Redaksi
Bireuen – Aceh monitor.com. Maraknya Pedagang kaki lima ( PKL) yang berada di Jalan Langgar Square atau tepatnya di seputaran Meunasah Kota Bandar Bireuen Kecamatan Kota Juang kian menjamur, Pasalnya bertaburnya lapak liar yang didirikan oleh para pedagang buah musiman disepanjang jalan menyebabkan beralihnya fungsi jalanan sebagai jalur lintasan kendaraan menjadi tempat menjajaki barang dagangan.otomatis ruas jalan yang semakin sempit kemacetan pun tak terhindarkan.
Selain tak elok dipandang, disepadan jalan akses menuju lokasi iconik pusat jajanan kuliner Bireuen ( REX ) juga terkesan kumuh tidak tertata, selain menimbulkan kemacetan terutama saat jam ramai pengendara. Tak hanya itu, aktivitas dari pemilik toko sekitar juga terisolir karena tertutupi properti lapak para PKL, bahkan warga sekitar yang sering beribadah di Mushalla pusat Kota Juang itu juga mengeluh kurang nyaman karena area parkir para jamaah kerap disulap menjadi lapak para PKL.
Menurut penelusuran media Aceh Monitor.com dilapangan berbagai Sikon diatas dirasa komplit mengilustrasikan betapa semerautnya suasana di tengah pusat Kota Juang Kabupaten Bireuen saat ini, Namun ada juga yang merasa keberadaan pedagang musiman itu membuat suasana Kota Juang menjadi ramai, khususnya di malam hari. apabila kondisi ini terus dibiarkan maka akan berakibat fatal bahkan gejolak sosial pasti bermunculan dikemudian hari,

Menyoal berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam mewujudkan Bireuen sebagai Kabupaten / Kota yang memiliki karakteristik daerah “Bersih dan teduh, juga dinilai gagal , karena bertolak belakang dengan kondisi dilapangan saat ini, alih alih Pemda Bireuen menyandang penghargaan ADIPURA. Mungkin itu hanya sekedar mimpi belaka.
Begitu juga dengan berbagai persepsi negatif yang hingar bingar di tengah masyarakat menjadi momok akan buruknya kinerja dari pemkab Bireuen, seperti kurang pekanya pemerintah dalam mengatasi hal tersebut juga mengarah kepada tidak mempuninya SDM di masing masing dinas menjadi faktor kendala dalam mengatasi problem ini.
Besar harapan masyarakat kepada pemerintah daerah jangan hanya terkesan diam menutup mata menyikapi hal tersebut , tentu dibawah kepemimpinan PJ Bupati Aulia Sofyan yang selama ini digadang gadangkan sebagai putra daerah akan membawa perubahan yang signifikan atau malah sebaliknya.
Dilain kesempatan, Hendrik Mories ( 35 ) pendatang asal kota Banda Aceh yang sengaja visit ke Kabupaten Bireuen guna mengikuti agenda kedinasannya juga turut berkomentar terkait kondisi seputaran kawasan pusat jajanan kuliner Bireuen.

” Sekedar masukan apabila penataan direncanakan secara terpadu baik Infrastruktur jalan, pengelolaan sampah, serta merelokasi di kawasan khusus untuk para PKL musiman, maka tatanan keindahan kota akan terpancar yang menjadi daya tarik pelancong /pengunjung” ujar Hendrik sambil menyantap salah satu kuliner khas Bireuen, pada Sabtu 3/12/2022 malam
Menurut pria asli Kuta Raja berdarah campuran Portugis ini mestinya kawasan yang menjadi iconik pusat jajan kuliner Bireuen ini harus tertata nan indah dan higienis. Seperti didaerah lainnya saat ini juga sedang berlomba lomba untuk mendatangkan pelancong dari berbagai ke daerahnya , berbagai program punjuga sengaja diseting pemerintah melalui dinas terkait.
” Dari segi giografis Kabupaten Bireuen juga berada di wilayah yang sangat staregis , ini menjadi peluang emas bagi pemerintah dalam mengembangkan berbagai potensi di sektor pariwisata, yang tentunya berdampak langsung terhadap peningkatan sert pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal” tutupnya.
