KABAR DARI ACEH

Kemenkeu Gelar Seminar Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). Kementerian Keuangan , Kamis (25 Juli 2019) di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh , melakukan Seminar dengan tema ” Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global “.

Seminar yang dibuka langsung Plt. Gubernur Aceh , Ir. Nova Iriansyah yang diwakilkan kepala Bapedda Aceh , Azhari  SE MSi.

Pada kesempatan tersebut , kepala Bapedda Aceh mengatakan pembangunan sebuah daerah memerlukan peran banyak pihak. Selain dukungan dana dari APBN, Aceh perlu mengawal agar dana swasta berpartisipasi dalam percepatan pembangunan.

“Dalam kontek APBN, pagu APBN 2019 yang dialokasikan untuk Aceh adalah sebesar Rp 22,02 triliun, dengan rincian Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 14,33 triliun dan transfer ke daerah serta Dana Desa sebesar Rp 7,69 triliun,” kata Azhari SE MSi.

Azhari menambahkan, realisasi pada tahun berjalan sampai semester I 2019, anggaran yang telah diserap sebesar Rp 10,26 triliun atau 46,60 persen dari total dana yang dialokasikan.

“Fakta ini menunjukkan dukungan APBN sangatlah penting dalam memberi stimulus bagi pembangunan Aceh. Untuk itu perlu sinergi lembaga terkait dalam pemanfaatan dana tersebut ,  dan harus kita kejar adalah peran swasta yang saat ini masih relatif kecil dalam memperkuat ekonomi daerah,” katanya.

Kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang dipandu moderator leng (Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran 1, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Aceh dengan topik Menjaga Kesehatan APBN di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global yang disampaikan Adrianto (Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro , Badan Kebijakan Fiskal , Kementerian Keuangan)

Setelah itu , materi kedua disampaikan Raja Masbar dari Ekonom Universitas Syiah Kuala dengan tema ” Kondisi Ekonomi Makro dan Keuangan Daerah Aceh”.

Terakhir disampaikan Yusri (Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggran II , Kanwil Ditjen Perbendaharaan Aceh) dengan tema “Kinerja Fiskal Daerah di Provinsi Aceh”. (van)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!