OPINI

Lestarikan Budaya, Dosen Arsitektur Unsyiah Kembangkan Desain Motif Khas Aceh

Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Songket adalah jenis kain tenunan tradisional Melayu dan Minangkabau di Indonesia , Malaysia , dan Brunei , Songket digolongkan dalam keluarga tenunan brokat. Songket ditenun dengan tangan , dengan benang emas dan perak dan pada umumnya dikenakan pada acara-acara resmi. Benang logam metalik yang tertenun berlatar kain menimbulkan efek kemilau cemerlang.

Di Aceh , Gampong Siem tepatnya sudah lama dikenal dengan keindahan tenun songket Aceh yang pernah menjadi primadona suvenir bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun berbagai kendala menyebabkan usaha tersebut jatuh bangun.

Bahkan, saat ini semakin sedikit wanita penenun yang dapat dijumpai di desa yang dapat ditempuh dengan perjalanan selama 45 menit dari pusat kota Banda Aceh tersebut.

Menyikapi kondisi tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Jurusan Arsitektur Unsyiah menggelar Workshop Pengembangan Tenun Songket Melalui Produk Desain Interior di Balai Gampong Siem, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar. Baru – baru ini.

Dalam workshop tersebut warga dilatih aplikasi tenun songket ke dalam produk-produk interior rumah tangga dan perkantoran.

Siti Zulfa Yuzni, ST yang juga sebagai pengajar di Jurusan Arsitektur Unsyiah , berdiskusi dengan ibu-ibu PKK Gampong Siem dalam mencari solusi untuk meningkatkan nilai tambah (value added) tenun songket.

Selain mengadakan workshop mengenai tenun songket, turut diadakan sejumlah pelatihan lainnya antara lain pelatihan merajut dan membordir serta aplikasinya.

Khusus untuk pelatihan bordir, turut dilibatkan pengrajin bordir dari Gampong Lamteh, Banda Aceh di mana kondisi usaha bordir di desa tersebut juga sedang tidak begitu bergairah.

Melalui pembinaan tersebut, diharapkan warga Gampong Siem dapat meningkatkan perekonomian keluarganya sambil tetap menjaga keberlangsungan tenun songket Aceh di desa wisata potensial tersebut. Sebagai informasi,kegiatan ini  telah berlangsung sejak bulan Mei hingga September 2017. (,,)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!