Sosbud

Mathla’ul Anwar Aceh Gelar Dialog Mengenai Abu Daud Beureueh

Banda Aceh-Aceh Monitor Com.Generasi Muda Mathla’ul Anwar(GEMA MA) Aceh menggelar dialog publik menyambut hari pahlawan dengan tema Daud Beureueh dimata generasi muda, berlangsung Kamis 24 November 2016 di Cafe The Stone Lampineung Banda Aceh diikuti puluhan peserta dari berbagai organisasi.

Ketua DPP Gema Mathla’ul Anwar Mahdi Andela didampingi Ketua DPW Aceh Hasnanda Putra menyampaikan sebagai salah satu OKP nasional yang eksis dibidang sosial pendidikan, Gema MA membedah pemikiran Abu terkait sosial politik dan pendidikan yang mewarnai sejarah Aceh modern dan berperan penting pada masanya.

Mahdi juga atas nama ketua DPP menyampaikan dukungan terhadap KNPI Aceh dibawah kepemimpinan Ketua Jamaluddin dan Sekretaris Nurchalis. “GEMA MA Aceh merupakan satu dari 69 OKP yang bernaung dalam DPD KNPI Aceh dibawah kepemimpinan Kanda Jamaluddin, ST sebagai ketua dan Kanda Nurchalist Sekretaris,” katanya.

Ditambahkannya, sebagai lembaga yang tak terpisahkan dari Mathla’ul Anwar, Generasi Muda Mathla’ul Anwar (GEMA MA) lahir dari tuntutan kebutuhan zaman, dimana kehadiran Ormas Islam memerlukan wadah khusus bagi jenjang pengkaderan yang diharapkan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Semula GEMA MA bernama Pemuda Mathla’ul Anwar (PMA), yang berdiri pada tanggal 25 Januari 1956 di Menes, Banten.

Dialog pada ini, katanya, mengambil tema Abu Beureu’eh di mata generasi muda dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran kaum muda akan perjuangan panjang pendahulu, yang jasanya tidak hanya dibidang sosial politik tetapi juga bidang pendidikan. Hal ini sevisi dengan Rencana strategis Mathlaul Anwar di Aceh sebagaimana sedang kami inisiasi bersama Ketua DPW Hasnanda Putra untuk mendirikan Universitas Mathla’ul Anwar Aceh, Insya Allah. Untuk itu spirit dialog publik ingin melihat jejak Abu Daud Beureueh salah satunya dalam membangun pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

Kedepan kami juga merencanakan dapat membedah perjuangan para tokoh Aceh lainnya yaitu Ali Hasjmi, yang berperan mewujudkan kota pelajar Darusalam dan dikenal sebagai tokoh Melayu raya.

Sementara Ketua KNPI Aceh secara resmi membuka dialog dan menyebut inisiasi tema dialog sangat luar biasa apalagi mengambil momentum hari pahlawan. ” Abu adalah pahlawan, yang berani mengambil sikap dan tindakan yang terbaik untuk Aceh dimasanya, kita generasi muda harus mengingatnya” kata Jamaluddin.

Dialog publik turut dihadiri ketua KNPI Banda Aceh Afdhal Khalilullah dan pengurus KNPI Aceh dan Kota Banda Aceh. Hadir sebagai narasumber Bung Alkaf, Khairil Miswar dan Syukurdi Mukhlis. Ketiganya secara tidak langsung mewakili kaum muda dari Aceh Besar, Bireuen dan Aceh Tengah.

Menariknya Syukurdi mengupas dukungan setia sampai akhir masyarakat gayo kepada Daud Beureueh
“Abu bukan pemberontak, sejarah telah membuktikan hanya pasukan gayo yang setia sampai akhir bersama Abu” jelasnya

Syukurdi juga menyebutkan Abu dalam perjuangan yang pertama diajak adalah orang-orang pintar dan berilmu. “Abu mengajak orang membangun mimpi bersama untuk Aceh” lanjut Syukurdi.

Khairil Miswar penulis buku Abu Beureueh menyebutkan Daud Beureuh adalah ulama pejuang, berbagai  isu-isu miring terhadapnya terbantahkan sendiri di lapangan. 

“PUSA itu didirikan tepat pada hari digelar khenduri maulid 5 Mei 1935 M, dan beliau di maqamkan dalam komplek Mesjid Baitul A’la Lil Mujahidin Beureunuen” katanya. Khairil juga mencontoh kebaikan Abu yang suka bergotong royong membangun gampong, membuat irigasi dan membangun Mesjid secara swadaya.

Sementara Akademisi IAIN Langsa Bung Alkaf menyampaikan  Abu Beureueh sosok yang berkharisma dan dihormati Sukarno.

Hal lain yang luar biasa menurut Alkaf adalah kepemimpinan Abu yang sangat merakyat dan mementingkan musyawarah. “Apapun sikap diambil terkait dukungan pada Republik adalah hasil musyawarah para ulama” kata Alkaf.

Alkaf yang juga akademisi IAIN Langsa menggambarkan bahwa Aceh pada masa tersebut memiliki beberapa tokoh penting seperti Abu Beureueh, Ali Hasjmi, Husin Al Mujahid dan lain-lain. Direncanakan dialog serupa ke depan akan digelar mengambil tema sosok Husin Al Mujahid, Ali Hasjmi dan tokoh-tokoh PUSA lainnya (Rel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!