KABAR DARI ACEH

Nelayan Tuna Di Banda Aceh Diajarkan Begini Untuk Tingkatkan Skill

BANDA ACEH- Aceh Monitor Com. Universitas Syiah Kuala berkejasama dengan Kementrian Ristekdikti dan  UD Nagata serta Persatuan Nelayan Tuna Aceh (PENATA) sebagai lembaga yang memiliki kepedulian terhadap nelayan tuna Aceh menyelenggarakan peningkatan kapasitas nelayan tuna  di Aceh pada hari Kamis, 16 Agustus 2018 di gudang Cold Storage Ikan UD, Banda Aceh. Pelaksanaan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan skill nelayan Aceh.

Penyelengara kegiatan ,Syafaruddin Chan memaparkan cara sederhana dalam menangani tuna agar menghasilkan tuna yang kualitasnya mampuni.

Salah satu materi dasar yang diajarkan pada kesempatan peningkatan kapasitas ini tentang teknik penanganan ikan tuna yang baik dan sesuai dengan standar agar berkualitas grade A. Langkah sederhana yang harus dilakukan nelayan tuna mulai dari proses penangkapan, melumpuhkan ikan dengan  menusuk bagian titik lunak pada bagian atas kepala ikan tuna, mengeluarkan darah ikan melalui teknik sayatan pada bagian tubuh ikan, sampai pada proses penyimpanan ikan dalam pendingin yang membutuhkan  komposisi 70% es dan 30% air laut.

“Peserta juga diajarkan bagaimana mengunakan tehnologi GPS dan radio mobile agar memudahkan dalam pendeteksian ikan. Dengan pengetahuan dan keahlian tersebut  mereka dapat menghasilkan tuna yang berkualitas sehingga bisa berkompetisi dan menenbus pasar ekspor”, tegasnya.

Pelatihan peningkatan kualitas nelayan tuna di UD Nagata Tuna, Punge Blang Cut, Banda Aceh dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh, H. Aminullah SE Ak , MM. Dalam sambutannya Wali Kota Banda Aceh berharap kegiatan ini dapat meningkatkan keahlian nelayan tuna dalam berkerja sehingga meningkatkan kualitas kesejahteraannya.

“Peningkatan kapasitas nelayan tuna merupakan hal yang sangat penting dilakukan, Selama ini karena keterbatasan pengetahuan dan keahlian, nelayan di Banda Aceh mengalami kendala dalam menangani ikan tuna agar berkulitas.”

Kualitas tuna sangat perlu ditingkatkan agar memiliki nilai jual tinggi dan dapat diekspor. Kami memberikan apresiasi kepada pihak Universitas  Syiah Kuala, UD Nagata dan Lembaga PENATA yang telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan untuk nelayan tuna ini.

“Kota Banda Aceh tidak memiliki gunung, sawah dan kebun yang luas, yang kita punya hanya laut dan ikan, maka mari kita optimalkan pemanfaatan potensi  laut yang kita miliki ini untuk mendukung peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Banda Aceh.”sebut walikota.

Pemerinta Kota Banda Aceh mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini karena sejalan dengan program kita dalam menurunkan angka kemiskinan yang tertera dalam visi-misi dan RPJM pemerintah serta juga mendukung percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Beberlanjutan (TPB)/SDGs yang menjadi acuan pemerintah dalam pembangunan secara global.

Sementara itu , Seketaris PENATA, Teuku Ayatullah Bani Baeit mengatakan .Salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi daerah adalah sumber daya alam, dan keberadaan laut penghasil tuna terbaik ini penjadi peluang bagi nelayan di Aceh untuk melakukan ekspor.

“Di saat yang sama juga menjadi peluang bagi Kota Banda Aceh untuk mengembangkan potensi kelautan nya yang dapat meningkatkan pendapatan daerah.  Kita berharap Kota Banda Aceh menjadi pintu utama ekspor tuna terbesar di Indonesia. Sebab dengan letak posisinya saat ini, Banda Aceh menjadi salah satu area penangkapan Ikan tuna terbesar di Samudera Hindia. jelasnya. (Red)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!