KABAR DARI ACEH

Ormas Bisa Mengambil Peran Untuk Ikut Mengantisipasi Berbagai Kemungkinan Buruk

Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC).Kedamaian tetap harus terjaga di Aceh. Menjelang pemilu legislatif dan pilpres tahun 2019 mendatang, sebagai daerah yang pernah dilanda konflik yang berkepanjangan serta daerah yang juga pernah di guncang gempa dan di terjang tsunami 2004 silam.

Apapun pandangan politik kita sebagai Warga Negara, kesiapa dan ke partai manapun yang akan didukung nantinya pada pileg dan pilpres kedamaian, persatuan dan kesatuan tetap menjadi yang paling utama.

Hal diatas disampaikan kepala badan kesbangpol Aceh Drs. Mahdi Efendi melalui kabid ketahanan ekonomi sosbud dan organisasi kemasyarakatan Drs. Kahar Muzakkir yang disampaikan oleh kasubbid Organisasi Kemasyarakatan Musmulyadi, S.Pd.I. MM dalam pengantar Fgd dengan ormas dengan tema menjaga persatuan dan kesatuan menjelang tahun politik 2019 di aula Zakir Kupi lampriet Banda Aceh kamis 25 Oktober 2018.

Pada kegiatan kali ini yang bertindak sebagai Narasumber Dr. Ely Supriadi dari unsur Akademis Unsyiah dan juga yang pernah bergelut di dunia Aktivis ,  menyampaikan kondisi damai yang sudah kita dapati hendaknya menjadi perhatian kita, terutama para ormas dan kelompok – kelompok strategis lainnya, mengapa hal ini menjadi penting sebab Aceh Dame juga menjadi prioritas pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Irwandi-Nova Iriansyah.

Situasi damai hari ini sangat mudah di ganggu oleh pihak – pihak  yang memang tidak menginginkan Kedamaian apalagi menjelang pemilu yang akan datang demi berbagai kepentingan. Oleh sebab itu ormas bisa mengambil peran untuk ikut mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk yang dapat mengganggu kedamaian tersebut.

“Tidak kita nafikan memang dalam sebuah pemilihan atau pemilu kita sebagai Warga Negara harus menentukan sikap pilihan kita sesuai pilihan dan keinginan masing – masing ” sebutnya.

“Namun jangan pula menafikan atau memandang orang lain yang berbeda pilihan dengan kita, kita anggap musuh. Intinya kita harus sepakat dalam sebuah perbedaan” tambahnya lagi.

Kegiatan tersebut berjalan dengan baik terlihat peserta yang hadir saling memberikan masukan dan pandangannya terkait langkah dan strategi untuk menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan diantaranya, ketika ada salah satu dari pada caleg yang mencoba memaparkan programnya kedepan/janjinya, maka simak apa mungkin program tersebut dapat terlaksana atau tidak.

Tidak perlu membantah langsung atau menjatuhkan. Intinya hargai saja. Soal siapa yang kita pilih itu adalah rahasia kita sendiri.

“Siapa yang akan duduk atau menang secara hakiki Allah sudah menentukannya. Dengan cara salah satu inilah kita dianggap orang yang dewasa dalam politik. Dan Insya Allah Program Aceh Dame akan tetap berjalan” Imbuhnya.

Sementara itu peserta Yustini dari Yayasan Masyarakat Bersama (Yamber) mengatakan , kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat berdiskusi langsung dan di sarankan agar kegiatan ini juga dapat dilaksanakan di lingkungan masyarakat luas.

“Dari kegiatan ini dapat di ambil beberapa tekhnik dalam menjaga persatuan diantaranya adalah ketika ada informasi di media sosial maupun media lainnya yang belum bisa dipastikan kebenarannya maka kita harus tabayyun “kata Yustini.

Sehingga damai , persatuan dan kesatuan tetap terjaga , tutupnya (Rel/Pri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!