Banda Aceh – Aceh Monitor.com. Tingkat keberhasilan sektor Pariwisata Indonesia di tahun 2016 ini sangat signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. “Indonesia berada pada peringkat 47 dunia, mengalahkan Thailand (83) dan Malaysia (96) “. Demikian disampaikan oleh Menteri Pariwisata RI, DR.Ir.Arief Yahya,M.Sc pada kuliah umum Pembangunan Sektor Pariwisata Indonesia, bertempat di Politeknik Aceh, 19 September 2016. Pada kesempatan itu Arief Yahya juga menyoroti potensi pariwisata Daerah Aceh yang sangat baik namun performansinya perlu ditingkatkan agar bisa bersaing dengan Lombok NTB dan Sumatera Barat untuk memperoleh peringkat terbaik dalam World Halal Tourism Award yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab.
”Kita sangat berharap Aceh mampu memperoleh peringkat terbaik di Indonesia. Untuk itu akan difokuskan Aceh sebagai the world best halal culture destination dan Sabang sebagai the world best marine tourism destination.” ucap Menteri Pariwisata yang disambut meriah oleh para hadirin, mahasiswa dan perwakilan Pemerintah Aceh (Staf Ahli Gubernur Ir. Helfizar dan Kadis Pariwisata Aceh, Reza Pahlevi).
Aceh dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam dan keragaman budaya bernafaskan Islam yang banyak digemari wisatawan baik dalam dan luar negeri untuk melakukan wisata religi, wisata kuliner dan budaya (heritage). Pada pengantar acara tersebut, Direktur Politeknik Aceh Ir.Zainal Hanafi menyampaikan bahwa Politeknik Aceh akan membuka program studi D III Pariwisata untuk menunjang pembangunan sektor pariwisata Aceh dan Indonesia.
Selesai memberikan kuliah umum dengan tema Tourism go to campus ini, MenPar RI berkesempatan menerima audiensi pengurus dan anggota Ikatan Alumni ITB asal Aceh yang dipimpin oleh Ketua IA-ITB Aceh Ir.Riza Feisal dan Sekjen Andri Priyana ST. IA –ITB pada tahun 2016 ini merencanakan acara Dialog Pembangunan Aceh dan Tourism Business Forum sebagai kontribusi untuk Pemerintah Aceh dan pelaku pariwisata di daerah Aceh. (aar)
