KABAR DARI ACEH

Pemko Melelang Pengelolaan Objek Wisata PLTD Apung , Dewan Bilang Jangan

Redaksi

 

 

 

 

 

 

Banda Aceh – Aceh Monitor com. Ramza Harli anggota DPRK dari Fraksi Partai Gerindra meminta Pemko Banda Aceh agar tidak mengambil keputusan sepihak terhadap objek wisata PLTD Apung.

“Jangan sembarangan dalam mencari PAD, semuanya harus ada aturan yang jelas agar tidak terjerumus dalam pungli. Kita sangat mendukung upaya pemko menggali PAD sebesar-besarnya akan tetapi harus ada payung hukumnya dan yang paling penting tidak menekan dan merugikan usaha masyarakat yang sudah berjalan”. Ungkap Ramza.Selasa (17/05/22)

“Pemko jangan selalu menjadikan PAD sebagai alasan defisitnya Anggaran. Pasti ada penyebab lainnya, sehingga pemko tersangkut hutang yang sangat besar dalam dua tahun ini. Untuk mempelajari penyebabnya saya sudah mengusulkan kepada pimpinan untuk segera membuat Pansus penyelamatan hutang pemko dalam rapat akhir ramadhan minggu kemarin”, tambahnya.

Semua persoalan objek wisata Pltd Apung ini terungkap dalam rapat banleg hari Jum’at kemarin 13 Mei 2022, mengenai Qanun usulan pemko tentang peningkatan PAD, khususnya dari objek wisata PLTD Apung serta rencana pemko untuk melelang pengelolaan objek wisata pltd apung ke pihak swasta. Dalam rapat tersebut, politisi Partai Gerindra yang dikenal sangat vokal ini dengan tegas menolaknya.

Rencana tersebut harus disepakati dulu dengan warga setempat pintanya. “Jangan mengganggu mata pencaharian warga dan jangan merusak tradisi yang sudah berjalan”, ungkapnya. Dalam rapat tersebut Ramza mendesak pemko agar membenahi dulu semua fasilitas yang ada.

Menurut Ramza, yang sangat mendesak sekarang ini yaitu pembebasan lahan untuk pelebaran jalan akses masuk ke kawasan objek wisata. Dijalan ini sering terjadi kemacetan dan sangat rawan terjadi kecelakaan. Persoalan pelebaran jalan akses masuk ke Komplek PLTD Apung ini sudah sangat lama belum juga diselesaikan.


“Saya minta Dinas Pariwisata agar berkoordinasi dengan dinas PUPR, BPKK dan Bappeda untuk turun langsung ke lokasi bersama dengan aparat gampong guna mengadakan kesepakatan harga dengan pemilik tanah.

Selanjutnya Ramza juga meminta pemko agar membebaskan sedikit lagi lahan yang berada ditengah-tengah areal lokasi Komplek PLTD Apung ini agar di lahan ini bisa berfungsi sebagai areal kuliner dan membuat panggung untuk berbagai event serta juga tempat parkir,

“lahan parkir yang ada sekarang ini juga sangat sempit sehingga sangat kewalahan para pengunjung untuk mendapatkan tempat parkir dan harus menumpang dihalaman rumah penduduk dan ditepi jalan”. Ramza juga meminta agar seluruh fasilitas yang ada untuk dilakukan perawatan, seperti landasan kapal yang terletak langsung di atas tanah harus dipikirkan solusinya agar tidak keropos.

“Kita kuatir lambat laun malah kapal akan hancur dan ambruk semuanya”, katanya. Begitu juga dengan anak tangga yang terbuat dari kayu sudah busuk semuanya, sedangkan rangka tower dan pagar yang semuanya terbuat dari besi sudah mulai keropos. Demikian juga dengan air mancur yang telah dibangun saat awal pemugaran objek wisata ini, supaya dapat berfungsi kembali, pintanya.
Sebagai Sekretaris Komisi II yang bermitra dengan Dinas Pariwisata, Ramza menjelaskan kepada awak media bahwa dia selalu mendesak Pemko Banda Aceh agar mengembangkan terus objek wisata PLTD Apung yang terletak di Gampong Punge Blang Cut ini agar kawasan wisata tersebut menjadi lebih menarik lagi untuk dikunjungi.

“Objek wisata sejarah dan edukasi tsunami ini harus dikembangkan terus karena kita lihat siapa pun yang berkunjung ke Banda Aceh pasti ingin melihat kapal PLTD Apung yang berada di darat dan sangat langka tersebut”. tuturnya. Menurut Ramza, Objek wisata ini merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang dimiliki kota Banda Aceh. Pada hari sabtu dan minggu selalu ramai pengunjung, terlebih lagi pada saat hari libur nasional selalu padat pengunjung.

“Kita bisa lihat minggu kemarin pada saat libur Idul Fitri, sangat banyak pengunjung yang datang ke lokasi objek wisata ini hingga mengakibatkan kemacetan yang luar biasa di sepanjang jalan masuk menuju objek wisata PLTD Apung ini”, tambahnya.

Lebih lanjut Ramza menyarankan kepada pemko, agar pengunjung lebih betah, perlu dibuat panggung pertunjukan yang setiap hari-hari libur bisa disuguhkan acara seni dan budaya khas Aceh yang menarik. Di area lahan yang akan dibebaskan itu juga dibuat tempat jajanan kuliner yang bersih, kemudian toilet yang bersih dan lengkap.

Bidang ekonomi kreatif dinas pariwisata harus mampu menggerakkan warga lebih produktif dengan melatih pengrajin setempat agar mampu memproduksi souvenir khas Pltd Apung untuk dijual dilokasi wisata tersebut. Sehingga keberadaan objek wisata Pltd apung ini mampu mendongkrak ekonomi masyarakat sekitar. Bila semua fasilitas sudah lengkap, objek wisata ini bisa menjadi magnet yang mampu menarik wisatawan untuk terus berkunjung ke Banda Aceh, dengan sendirinya akan memberikan multiflier effect terhadap peningkatan PAD kota Banda Aceh.

Menurut politisi partai Gerindra, kapal Pltd Apung ini merupakan anugrah yang sangat berharga diberikan Allah SWT saat tsunami 2004 yang lalu, sehingga sudah wajar dengan keberadaannya harus memberikan rahmat kepada warga Gampong Punge Blang Cut yang sangat banyak menjadi korban tsunami kala itu.

“Jadi sekarang janganlah pihak pemko sewenang-wenang melelang pengelolaannya kepada pihak ketiga, serahkan saja pengelolaannya kepada warga atau pemuda setempat dan sepakati cara bagi hasilnya”, pintanya. Diakhir penjelasannya Ramza mengajak warga sekitar agar terus menjaga dan merawat harta yang sangat bernilai itu, dan terus berbenah agar Gampong Punge Blang Cut menjadi juara desa wisata tingkat nasional.

“Saya sebagai warga yang berdomisili disini, mengajak seluruh masyarakat, mari bersama-sama kita benahi gampong kita yang tercinta ini agar nuansa gampong wisatanya lebih menonjol, tunjukkan kerahtamahan dan sikap wellcome kita kepada seluruh pengunjung, layani mereka dengan sebaik-baiknya, ini merupakan modal utama guna menarik wisatawan, semoga kedepan nanti, gampong kita ini bisa menjadi juara dalam anugerah desa wisata nasional”, tutupnya..

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!