KABAR DARI ACEH

Pertahkindo Hadir Di Aceh , Bukan Untuk Menjadi Saingan

Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Plt.Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah membuka  Musyawarah Daerah ke 1 (Musda )Perkumpulan Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (Pertahkindo) yang dilangsungkan di Hotel Kriad Muraya Hotel , Senin 16 Juli 2018.

Dalam sambutanya . Plt gubernur Aceh Nova Iriansyah mengharapkan dengan hadirnya Pertahkindo di Aceh dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas konsultan dalam pembangunan daerah dan nasional yang berkelanjutan.

Selain itu , Plt Gubernur juga menginginkan peningkatan kemampuan tenaga ahli konsultan dan siap bersaing dengan siapapun.

“Persaingan global yang harus kita hadapi , untuk itu , provinsi dan kabupaten / kota mempuyai atribut asosiasi , sesuai dengan standarisasi ketrampilanya ” sebut Nova Iriansyah.

Plt.gubernur meminta agar organisasi profesi dapat menjungjung tinggi profesionalisme dalam menjalankan organisasinya.

Sementara itu ketua umum DPP Pusat Pertahkindo Ir. Aries Wimamuta mengatakan , tenaga ahli yang mau berkarya itu harus mempunyai sertifikat , itu sebagai syarat untuk bekerja.

“Baik itu instansi perusahaan pemerintah, swasta nasional dan internasional mensyaratkan adanya sertifikat.

Ia menyebutkan , dengan adanya Pertahkindo di Aceh dapat berpatisipasi , membantu masyarakat profesional baik lulusan SLTA dan maupun sarjana keatas untuk mendapatkan sertifikat tenaga ahli serta pembinaanya jenjang karirnya kedepan.

Ir.Aries Wimamuta menolak kalau disebutkan dengan hadirnya Pertahkindo di Aceh akan menjadi saingan asosiasi lainya.

“Asosiasi di Indonesia tidak terlalu banyak  , kebutuhan sertifikat itu banyak sekali dan jauh lebih banyak daripada suplai , jadi tidak bersaing malah saling membantu ” katanya.

Semenentara itu ketua Pertahkindo Aceh Yudi Kurnia.SE menjelaskan dengan hadir nya Pertahkindo di Aceh , tenaga ahli baik yang bergerak di jasa kontruksi dan non kontruksi akan dapat ditingkatkan kapasitas SDM nya.

“Dimana Pertahkindo akan memberikan pelatihan – pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan ” ujar Yudi Kurnia.

Yudi Kurnia menambahkan , potensi tenaga ahli konsultan Aceh sangat besar , apalagi regulasi dari pemerintah , dimana pada setiap pelaksanaan pekerjaan baik kontruksi maupun non kontruksi semua  pekerja , tenaga ahli yang terlibat harus memiliki sertifikat keahlian dan sertifikat ketrampilan.

“Pertahkindo ikut hadir untuk sama – sama memberikan kapasitas dan kemudahan itu dalam rangka meningkatkan kapasitas dari tenaga ahli tersebut ” lanjut Yudi.

“Pada saat nanti , peningkatan kapasitas dan pelatihan – pelatihan juga akan melibatkan pemerintah , baik itu tenaga pengajar nya , tenaga didiknya dan lain lainya ” tutup Yudi Kurnia (van)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!