Sosbud

Presiden Jokowi Di KTT Perubahan Iklim Disambut Presiden Perancis dan Sekjen PBB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali kegiatannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau UNFCCC COP21, di arena Parc Des Expositions Du Bourget Paris, Perancis, Senin (30/11) pukul 09.20 Waktu Setempat.

Kehadiran Presiden Jokowi dan juga para pemimpin dunia lainnya disambut langsung oleh Presiden Perancis Francois Hollande dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, serta Sekretaris Eksekutif UNFCCC Christiana Figueres.

Udara dingin yang menjadi awal musim dingin di Paris, tidak menyurutkan niat kehadiran sekitar 147 pemimpin dunia dalam konferensi tersebut. Presiden Jokowi sendiri hadir sebelum kedatangan Presiden Afghanistan dan sesudah Presiden Swedia.

Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana melaporkan, setelah berjabat tangan dan beramah tamah sejenak Presiden memasuki VIP Lounge sambil menunggu kedatangan para Pemimpin Dunia lainnya.

Dukungan Indonesia

Sebelumnya dalam siaran persnya  Senin (30/11) pagi, Ari Dwipayana mengemukakan, Presiden Jokowi akan menyampaikan penyataan pada Sesi Pernyataan Kepala Negara/Pemerintahan.

“Dalam sesi tersebut, Presiden akan menyampaikan dukungan penuh Indonesia bagi keberhasilan COP21 sekaligus dukungan moral pada Perancis ditengah aksi terorisme yang melanda Perancis belum lama ini,” kata Ari.

Selain itu, Presiden Jokowi juga akan menyampaikan kontribusi Indonesia dalam isu perubahan iklim, terutama dalam mendorong terealisasinya secara penuh prinsip common but differentiated responsibility. Hal ini penting agar negara berkembang dapat berkontribusi lebih besar dalam isu perubahan iklim.

“Kita memberikan dukungan politik, sama seperti konferensi sebelumnya, komitmen, karena kita berada pada posisi yang tepat 17 ribu pulau, kalau terjadi kenaikan permukaan air laut,” kata Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu (29/11) pagi, sebelum bertolak ke Paris, Perancis.

Di sela-sela mengikuti pelaksanaan KTT tersebut, menurut Ari Dwipayana, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Serbia Tomislav Nikolic, Perdana Menteri Kerajaan Norwegia Erna Solberg, Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte, dan Presiden Peru Ollanta M. Humala Tasso.

Selain itu, Presiden Jokowi juga dijadwalkan untuk menghadiri Forest Event yang digagas oleh Norwegia, Inggris, dan Peru serta dijadwalkan pula untuk menghadiri Mission Innovation Event.

Bertemu PM Belnda Rutte

Sesaat setelah tiba di Parc Des Expositions Du Bourget Paris, Perancis, tempat berlangsungnya Pertemuan para Pemimpin UNFCCC COP21, Senin (30/11) Waktu Setempat,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte.

Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, dalam siaran persnya Senin (30/11) sore menyebutkan, pada pertemuan yang berlangsung sebelum pembukaan Leaders Event UNFCCC COP21 itu, kedua negara memfokuskan pembicaraan pada dua hal, yakni pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dan pembangunan Deep Seaport.

Terkait pembangunan NCICD, Presiden Jokowi meminta agar kerjasama antara Indonesia Belanda dalam pembangunan  National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dapat dipercepat.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga berharap kerjasama Indonesia dengan Belanda di bidang pembangunan Deep Seaport dapat diteruskan.

Menanggapi hal tersebut, PM Belanda menjanjikan akan mengirimkan tim ke Jakarta guna membahas kerjasama tersebut.

“Direncanakan pada tahun 2016, PM Rutte akan berkunjung ke Indonesi,” ungkap Ari Dwipayana.

Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (MENPANRB/WID/ES)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sosbud

Presiden Jokowi Di KTT Perubahan Iklim Disambut Presiden Perancis dan Sekjen PBB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengawali kegiatannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau UNFCCC COP21, di arena Parc Des Expositions Du Bourget Paris, Perancis, Senin (30/11) pukul 09.20 Waktu Setempat.

Kehadiran Presiden Jokowi dan juga para pemimpin dunia lainnya disambut langsung oleh Presiden Perancis Francois Hollande dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, serta Sekretaris Eksekutif UNFCCC Christiana Figueres.

Udara dingin yang menjadi awal musim dingin di Paris, tidak menyurutkan niat kehadiran sekitar 147 pemimpin dunia dalam konferensi tersebut. Presiden Jokowi sendiri hadir sebelum kedatangan Presiden Afghanistan dan sesudah Presiden Swedia.

Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana melaporkan, setelah berjabat tangan dan beramah tamah sejenak Presiden memasuki VIP Lounge sambil menunggu kedatangan para Pemimpin Dunia lainnya.

Dukungan Indonesia

Sebelumnya dalam siaran persnya  Senin (30/11) pagi, Ari Dwipayana mengemukakan, Presiden Jokowi akan menyampaikan penyataan pada Sesi Pernyataan Kepala Negara/Pemerintahan.

“Dalam sesi tersebut, Presiden akan menyampaikan dukungan penuh Indonesia bagi keberhasilan COP21 sekaligus dukungan moral pada Perancis ditengah aksi terorisme yang melanda Perancis belum lama ini,” kata Ari.

Selain itu, Presiden Jokowi juga akan menyampaikan kontribusi Indonesia dalam isu perubahan iklim, terutama dalam mendorong terealisasinya secara penuh prinsip common but differentiated responsibility. Hal ini penting agar negara berkembang dapat berkontribusi lebih besar dalam isu perubahan iklim.

“Kita memberikan dukungan politik, sama seperti konferensi sebelumnya, komitmen, karena kita berada pada posisi yang tepat 17 ribu pulau, kalau terjadi kenaikan permukaan air laut,” kata Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu (29/11) pagi, sebelum bertolak ke Paris, Perancis.

Di sela-sela mengikuti pelaksanaan KTT tersebut, menurut Ari Dwipayana, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Serbia Tomislav Nikolic, Perdana Menteri Kerajaan Norwegia Erna Solberg, Perdana Menteri Kerajaan Belanda Mark Rutte, dan Presiden Peru Ollanta M. Humala Tasso.

Selain itu, Presiden Jokowi juga dijadwalkan untuk menghadiri Forest Event yang digagas oleh Norwegia, Inggris, dan Peru serta dijadwalkan pula untuk menghadiri Mission Innovation Event.

Bertemu PM Belnda Rutte

Sesaat setelah tiba di Parc Des Expositions Du Bourget Paris, Perancis, tempat berlangsungnya Pertemuan para Pemimpin UNFCCC COP21, Senin (30/11) Waktu Setempat,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) melaksanakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte.

Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, dalam siaran persnya Senin (30/11) sore menyebutkan, pada pertemuan yang berlangsung sebelum pembukaan Leaders Event UNFCCC COP21 itu, kedua negara memfokuskan pembicaraan pada dua hal, yakni pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dan pembangunan Deep Seaport.

Terkait pembangunan NCICD, Presiden Jokowi meminta agar kerjasama antara Indonesia Belanda dalam pembangunan  National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) dapat dipercepat.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga berharap kerjasama Indonesia dengan Belanda di bidang pembangunan Deep Seaport dapat diteruskan.

Menanggapi hal tersebut, PM Belanda menjanjikan akan mengirimkan tim ke Jakarta guna membahas kerjasama tersebut.

“Direncanakan pada tahun 2016, PM Rutte akan berkunjung ke Indonesi,” ungkap Ari Dwipayana.

Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. (MENPANRB/WID/ES)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!