EKONOMI BISNIS

Tempe Soya, Diminati , Tapi Sayang Masih Memakai Peralatan Manual

Banda Aceh-Aceh Monitor Com.Berawal dengan modal Rp.5 Juta  dan bekerja tanpa kenal lelah  , Basri Ubit akhirnya dapat mengembangkan usaha tempenya sampai ke tahap yang menjanjikan.

‘’Saya memulai usaha tempe ini pada tahun 2001 , Saat itu saya sendiri yang mengerjakanya dibantu dengan istri tercinta ‘’jelas Basri Ubit Kepada Aceh Monitor Com.Kamis 14/09/17.

Menurut Basri Ubit , usaha tempe yang diberi nama Tempe Soya saat ini sudah mengerjakan 60 lebih  pekerja  dan pekerja tersebut berasal dari daerah tempat berproduksinya Tempe Soya di Gampong Reuloh Kecamatan Ingin Jaya  Aceh Besar.

Basri Ubit menceritakan saat ini , usaha produksi tempenya masih memakai peralatan secara manual dan  hanya sanggup memproduksi 2,5 ton perharinya  , dengan peralatan seperti itu produksi tempe nya juga sangat terbatas .

”’Namanya juga masih manual , pastilah  sangat terbatas dalam memproduksi Tempe , padahal pemintaan pasar sangat tinggi ‘’kata Basri Ubit.

Ia menjelaskan , Produk tempe nya sangat diminati dipasaran , Hingga ia dan karyawanya sangat kewalahan  dalam memproduksi untuk memenuhi permintaan pasar.

‘’Bukan hanya Banda Aceh atau Aceh Besar , permintaan juga datang dari seluruh Aceh dan bahkan dari Malaysia juga pernah memesanya ‘’Sebutnya.

Basri  Ubit menyebutkan , kendala yang ia alami saat ini adalah tidak adanya mesin otomatis’’ Ada 7 jenis produksi tempe yang ia produksi saat ini dan itu membutuhkan 7 unit mesin kemas otomatis seharga Rp.80 Juta per unitnya ‘’ungkapnya.

Selain 7 unit mesin tersebut , juga ada 3 unit mesin otomatis pemisah kulit ari kedelai seharga Rp.25 Juta per unitnya ‘’Tapi sayang saya  belum mempunyai modal untuk membeli mesin tersebut  , usaha saya ini belum ada yang membantu , baik dari pemerintah maupun swasta ‘’ujarnya.

Basri Ubit pun berharap , agar usaha Tempe Soya dapat pembinaan ataupun dibantu oleh Pemerintah Aceh melalui dinas terkait yakni Disperindag ‘’Silakan datang ke Pabrik saya dan melihat secara langsung produksi tempe soya , kalau layak dibantu ‘’ujar Basri Ubit.

Basri Ubit juga mengatakan , ia sudah ketemu dengan dinas terkait dan sudah membicarakan mengenai bantuan yang ia perlukan ”Alhamdulilah , mudah – mudahan ada titik terangnya ” Harap Basri Ubit. (van/pri)

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!