Laporan : Muhrain
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Dr. Muhammad Zainul Majdi atau Tuanku Guru Bajang (TGB) selaku Wakil Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI) menyebut peranan perbankan syariah juga wisata halal dapat mendorong majunya suatu daerah sebagai faktor utama, Selasa (28/12/2021).
Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat tersebut menyampaikan hal tersebut saat mengisi Kuliah Umum dan Literasi Keuangan Syariah di Universitas Syiah Kuala (USK) pada Senin, 27 Desember 2021.
Pihaknya sudah mengalami dan merasakan manfaat pengembangan perbankan syariah dan wisata halal secara bersamaa saat menjadi Gubernur NTB.
“Di NTB kita buat wisata halaL, hasilnya wisatawan dari Timur Tengah yang datang ke NTB naik 200%, dari Malaysia naik 92%. Saat itu belum ada provinsi membuat perbankan syariah untuk wisata halal,” papar TGB.
“Saat bicara tentang perbankan syariah, kita tidak hanya bicara tentang umat Islam sebenarnya, karena yang kita tawarkan adalah nilai-nilai Islam dalam berekonomi, di dalam melaksanakan aktivitas perbankan,” jelasnya.
“Bank NTB saat saya jadikan bank syariah banyak yang kontra, ada yang bilang saya ingin matikan bank daerah. Tapi setelah dikonversi ke bank syariah, pertumbuhannya ternyata lebih tinggi,”.
“Yang saya ingin katakan adalah, kalau normanya baik, ilmunya baik, pasti menghasilkan kemasyalahatan,” lanjutnya.
Komisaris Independen BSI, Arief Rosyid Hasan yang turut hadir saat Kuliah Umum di USK mengajak para mahasiswa untuk menjadikan Aceh sebagai etalase dan mercusuar kebangkitan Islam di Indonesia dan dunia.
Salah satu caranya adalah dengan menjadikan perbankan syariah di Indonesia menjadi bank yang lebih besar.
“Aceh ini bukan etalase umat Islam di Indonesia saja, tapi etalase panggung Islam Indonesia di mata dunia. Bagaimana Aceh harus kita dorong sebagai mercusuar kebangkitan umat Islam Indonesia dan dunia. China, Australia, Inggris, Brazil dan Thailand sedang melihat ekonomi syariah sebagai masa depan. Mereka lebih serius, Indonesia harus lebih serius dan harus lebih maju dari mereka,” ujar Arief.
Regional CEO BSI Aceh, Wisnu Sunandar melaporkan bila saat ini BSI Aceh sudah melakukan lebih dari 100 persen agen BSI Smart yang dulunya merupakan agen BriLink di Aceh. Ini merupakan bentuk keseriusan BSI dalam menjalankan Perda Qanun di Aceh.
“Untuk akuisisi BSI Smart, dari target 6.519 agen sudah diakuisisi 6.675 jadi lebih dari 100 persen. Kami sudah mengganti 168 mesin ATM baru dari 700 ATM yang ada di Aceh untuk aktivitas transaksi warga Aceh. Kami terus meningkatkan pelayanan untuk mendukung kelancaran transaksi seluruh nasabah BSI di Aceh dan kami terus menambah jumlah agen BSI Smart untuk menunjang pelaksanaan Perda Qanun,” tutup Wisnu.
