Laporan : Teuku Duta
Bireuen – Aceh Monitor.com. Masyarakat Bireuen pada umumnya sudah muak dengan pelaksanaan kegiatan yang dinilai sangat tidak berfaedah yaitu Bimtek, sudah menjadi rahasia umum berbagai program program Bimbingan Teknis yang selama ini jelas menggrogoti Dana desa ini sangat tidak bemafaat karena program yang digagas oleh lembaga berkedok pendidikan ini justru tidak memberi dampak apapun bagi masyarakat digampong.
Namun tidak bagi instansi/ lembaga Penyelenggara yang berkedok sebagai wadah pusat pengembangan pendidikan skil individu itu ditengarai malah untung bak durian runtuh terus kerap melancarkan aksinya melalui berbagai program Bimbingan teknis dengan dalih peningkatan SDM bagi perangkat Gampong. diduga lembaga penyelenggara Bimtek meraup keuntungan dari biaya akomodasi yang dibebankan kepada peserta yaitu para perangkat desa dengan dengan dana bersumber dari Anggaran Dana Desa.
Sebagaimana terlampir dalam surat nomor 066/ PSLSM/LPSSM-NASABE/2022 tentang pelaksanaan Bimtek PELATIHAN SKILL DAN KETAHANAN PANGAN yang ditujukan kepada para geuchik Gampong dalam Kabupaten Bireuen. Bimtek dari lembaga Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Anak Bangsa Bersatu ini nantinya dipastikan akan digelar di Brastagi Sumatera Utara (Sumut) dengan rincian setoran uang pendaftaran peserta kepada panitia sejumlah Rp 14,5 juta. Serta lembaga Kompak Nusantara yang ditujukan kepada para Keuchik dan Kaur Keuangan di Bireuen dengan anggaran diperkirakan terkuras mencapai Rp 30 juta perdesa untuk 2 peserta.

Spontanitas setalah undangan dari kedua lembaga tersebut beredar, penolakan dari para geuchik di beberapa Gampong dalam Kabupaten pun kian marak memboikot Bimtek yang tak berfaedah tersebut.sepertpi yang di lansir dari https://liputangampongnews.id/berita/detail/keuchik-gampong-meuse-keluhkan-bimtek-ke-luar-daerah.dan https://www.kba.one/news/bireuen-menjadi-target-utama-lakukan-bimtek-oleh-pihak-ke-3-ke-luar-daerah/index.html secara gamblang para geuchik menolak dan akan memboikot pelaksanaan Bimtek dari kedua lembaga tersebut.
Sementara itu, ketua APDESI Bireuen Bahrol Fazal saat dihubungi media melalui via phone oleh media ini belum sempat memberi tanggapan apapun terkait adanya penolakan Bimtek dari sejumlah Keuchik dalam kabupaten Bireuen “Maaf saya sedang dikantor kejaksaan” ucapnya Senin .8/8/2022.sore
