Banda Aceh– Acehmonitor Com. Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada 20 November. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Unmuha, Jumat (20/11) mengelar aksi demo di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh.
Pantauan Acehmonitor, aksi yang di gelar selama kurang lebih 1 jam ini dilakukan untuk menggugah kesadaran masyarakat dan pemerintah yang selama ini di anggap lalai dalam menyelesaikan kasus-kasus terhadap anak.
Koordinator aksi Abdul Latif, dalam orasinya mengatakan, seharusnya anak-anak mendapat perhatian serta pelindungan yang baik dari orang tua, masyarakat dan pemerintah sendiri.
Dalam UUD 1945 Pasal 28 Ayat 2 sudah jelas di katakan bahwa “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. Jadi sudah seharusnya pemerintah dapat mengimplementasikan nya, sehingga kekerasan yangterjadi pada anak dapat di tekan dan perlindungan terhadap anak harus dapat di tingkatkan. katanya
Selain itu, Abdul Latif mengharapkan keseriusan pemerintah untuk dapat langsung turun tangan menyelesaikan kasus-kasus anak yang sering terjadi belakangan ini,
“Kita ketahui bahwa anak adalah tanggung jawab negara dan kita menuntut kepada pemerintah khususnya Aceh, kasus-kasus anak ini tidak terulang lagi kedepannya,” teriak Abdul
Menurutnya, penyelesaian kasus sering kali terabaikan, bahkan terkesan tidak dipedulikan, pemerintah sendiri kurang peka terhadap pelecehan yang menimpa anak selama ini, seharusnya pemerintah mengambil peran utama dengan apa yang sudah terjadi di daerah yang dipimpin.
“Melihat apa yang sudah terjadi selama ini sangatlah bertentangan dengan pasal 28 ayat 2 UUD 1945 ini,” jelasnya
Dalam aksi yang berlangsung pukul 16.00 wib, para mahasiswa juga mengelar teatrikal terkait potret anak-anak Aceh yang menjadi korban kekerasan. Aksi itu juga mendapatkan pengawalan yang ketat dari pihak kepolisian.(T.is)
