KABAR DARI ACEH

25 Kilogram Narkotika Jenis Sabu dan 59 Ton Bawang Merah Dari Malaysia Berhasil Digagalkan

Lhokseumawe – Aceh Monitor Com (AMC). Bea Cukai Kanwil Aceh bekerja sama dengan Polri dan TNI AL berhasil mengagalkan penyelundupan impor 25 (dua puluh lima) Kilogram narkotika jenis Methamphetamine atau Sabu dan 59 (lima puluh sembilan) ton bawang merah yang berasal dari Malaysia oleh Tim Satuan Tugas Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Satgas Patkor Kastima) 25A.

Dalam Konferensi pers di aula Polres Lhokseumawe , Senin 26 /08/19 , yang turut dihadiri Safuadi selaku Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh; AKBP Ari Lasta Irawan selaku Kapolres Lhokseumawe; AKBP Heru Suprihasto selaku Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh; Mayor Laut (T) M. Ridwan selaku  Pasintel  Lanal Lhokseumawe; Iwan Kurniawan selaku Kabid Penindakan dan Penyidikan Kanwil Bea Cukai Aceh dan; M. Rizki Baidillah selaku Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe.

Pada kesempatan itu , Tim Satuan Tugas Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Satgas Patkor Kastima) 25A yang anggotanya merupakan pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kanwil Bea Cukai Kepulauan Riau, Kanwil Bea Cukai Aceh, Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, dan Bea Cukai Lhokseumawe .

Penyelundupan barang impor dari Malaysia berupa 25 (dua puluh lima) Kilogram narkotika jenis Methamphetamine atau Sabu dan 59 (lima puluh sembilan) ton bawang merah.

“Barang impor tersebut dimuat dalam dua Kapal Motor (KM) berbendera Indonesia yakni KM. Chantika dan KM. Alif. Kedua kapal yang bertolak dari Pelabuhan Malaysia tersebut berhasil disergap oleh Satgas Patkor Kastima 25A dengan menggunakan Kapal Patroli Bea Cukai BC 30005 di Perairan di Perairan Jamboaye,  Aceh Utara pada Rabu pagi (21/08) sekitar pukul 06.30 WIB dan 07.00 WIB ” jelas Safuadi.

Keberhasilan penggagalan penyelundupan impor ini bermula dari informasi intelijen yang berasal dari Pusat Komando Laut Subdirektorat Patroli Laut Direktorat Penindakan dan Penyidikan Kantor Pusat DJBC kepada Satgas Patkor Kastima 25A  Kapal Patroli BC 30005 bahwa telah bertolak dua kapal motor  yaitu KM. Chantika GT. 53 No. 972/QQd dan KM. Alif GT.25 No. 385/QQm dari Pelabuhan Penang, Malaysia pada hari Selasa (20/08), tambahnya.

“Kedua kapal berbendera Indonesia tersebut diindikasikan memuat barang ilegal berupa bawang merah tujuan Aceh, Indonesia. Dalam informasi intelijen tersebut disebutkan bahwa  KM. Alif GT.25 No. 385/QQm diduga membawa muatan berupa Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP) jenis Methamphetamine atau Sabu ” ungkapnya

Dari informasi tersebut,  Tim Satgas Patkor Kastima 25 A dengan menggunakan kapal patroli BC 30005 melakukan patroli laut sepanjang pantai Pesisir Timur Aceh. Pada hari Rabu (21/08) sekira pukul 06:30 WIB, Tim menjumpai kapal motor yang diduga kapal target  dan dilakukan pengejaran dalam kondisi hujan deras dan ombak tinggi khas Perairan Pesisir Timur Aceh.

Setelah berhasil diberhentikan dan sandar ke kapal target, dapat dipastikan bahwa kapal tersebut adalah kapal yang menjadi target operasi, sesuai dengan nama lambung kapal yaitu KM. Chantika GT. 53 No. 972/QQd. Penindakan KM. Chantika dilakukan pada titik koordinat 05-23-18U/ 097-49-30 T di Perairan Jamboaye pada posisi 20NM timur laut Tanjung Jamboaye. KM. Chantika yang dinakhodai oleh RK beserta 4 orang ABK tidak dapat menunjukkan dokumen kepabeanan yang sah.

Setengah jam setelahnya dengan posisi tidak jauh dari titik pertama, sekitar pukul 07:00 WIB Tim juga menjumpai dan memeriksa KM. Alif GT.25 No. 385/QQm pada titik koordinat 05-23-00U/ 097-53-12T di Perairan Jamboaye pada posisi 24NM timur laut Tanjung Jamboaye. KM. Alif yang dinakhodai oleh SA beserta dua ABK ini pun juga tidak dapat menunjukkan dokumen kepabeanan yang sah.

Dengan dibantu pengamanan oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Lhokseumawe, kedua kapal penyelundup tersebut ditarik menuju pelabuhan terdekat yaitu pelabuhan Krueng Geukueh, yang merupakan area pengawasan Bea Cukai Lhokseumawe.

Selanjutnya terhadap kapal dimaksud dilakukan pemeriksaan mendalam (Bootzooking) serta pemeriksaan awal terhadap para awak kapal. Berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, KM. Chantika GT. 53 No. 972/QQd didapati memuat bawang merah sebanyak 4.232 karung @ 9 Kg ( + 38 ton ). Untuk KM. Alif memuat bawang merah sebanyak 2.336 karung @ 9 Kg ( + 21 ton ) dan setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendetail, ditemukan narkotika jenis sabu (Methamphetamine) sebanyak 25 bungkus @ + 1 Kg ( + 25 Kg ) yang ditemukan di ruang mesin dan 3 kemasan kecil dengan berat total +  4 (empat) gram yang di temukan di dalam speaker kapal.

Adapun perkiraan nilai impor bawang merah dari kedua kapal tersebut (+ 59 ton) sebesar Rp. 1.560.000.000,00 (satu milyar lima ratus enam puluh juta rupiah) dengan taksiran kerugian negara sebesar Rp. 545.950.000,00 (lima ratus empat puluh lima juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah). Sedangkan narkotika jenis sabu tersebut diperkirakan senilai Rp 37.500.000.000,00 (tiga puluh tujuh milyar lima ratus juta rupiah), jika satu gram sabu dapat dikonsumsi oleh 10 pengguna, maka dengan penggagalan impor ini sebanyak 250.000 generasi penerus bangsa Indonesia dapat terselamatkan. (R)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!