KABAR DARI ACEH

Apersi : Milinial di Aceh buru Rumah Murah siap Huni, Kenapa harus Bermimpi ?

Redaksia

 

 

 

 

 

Banda Aceh – Aceh Monitor com. Pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bahkan masyarakat menengah keatas dengan berbagai kemudahan oleh pemerintah Republik Indonesia melalui kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dan perbankan sebagai pelaksana agar masyarakat bisa memiliki rumah idaman, tapi bagaimana untuk kaum milenial apa ada kendala untuk memiliki rumah pertama ini.

Terdapat sebuah fenomena yang mengatakan bahwa generasi milenial tidak bisa dan sulit untuk membeli rumah pertamanya. Generasi milenial berusia 21 sampai 35 tahun memiliki persentase memiliki rumah lebih rendah sebesar 8 persen dibandingkan dengan generasi sebelumnya (Gen X dan Baby Boomers).

Dalam kondisi saat ini khususnya diprovinsi Aceh sudah mulai giat para pasangan milenial untuk memiliki rumah pertama dibandingkan untuk memiliki unit mobil dengan uang muka sama tapi rumah memiliki nilai tinggi dibandingkan mobil atau kendaraan dan diingatkan saja dijaga pemilik unit elektronik secara online karena mempengaruhi kolekbilitas penilaian dari bank.

“Pada awal tahun 2022 fenomena ini sudah mulai terlihat tapi masalah lain muncul kembali difasilitasi kepemilikan rumah hanya 3 bank syariah saat ini menyediakannya tapi aturan belum bisa dan mudah dipahami oleh para milenial misalnya lokasi perumahan Al-busra, cakrawala megah residence dan griya shimas kajhu lokasi Aceh Besar dan diseluruh Kabupaten” sebut ketua Apersi Aceh Afwal Winardy. Minggu 17/07/22.

Afwal Winardy selaku ketua Pengembang perumahan dibawah asosiasi pengembang perumahan dan permukiman seluruh Indonesia (Apersi) provinsi Aceh sudah melihat para kaum milenial ini memburu properti untuk dimiliki seperti perumahan dibangun oleh pengembang Apersi diseluruh Kabupaten dalam propinsi dan kendala tetap ada terbentur dengan ketentuan bank penyalur batasan usia tergantung bank. Afwal juga berharap pemerintah daerah sebagai penyelenggara negara ikut ambil andil dalam memanggil perbankkan untuk duduk bersama agar kaum milenialndi Aceh bisa memiliki rumah seperti generasi sebelumnya batasan usia 25 tahun ke atas karena dengan usia milenial masi ada kendala dibank penyalur.

Ketua Apersi Aceh juga selalu meminta kepada pihak perbankan membantu kepemilikan rumah millenial Aceh agar mudah memiliki rumah dan keterbatasan bank penyelenggara benar-benar tidak ada pilihan dalam pembelian rumah dan diharapkan perbankkan syariah di Aceh bisa membuat program khusus milenial.

“Semoga para milenial ini jangan berfikir untuk memiliki rumah dhuafa program pemerintah Aceh karena milenial sekarang ini harus nyaman dalam bekerja WFH dan berdagang secara online dari rumah”tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!