KABAR DARI ACEH

Apresiasi Kerja Cepat Pj Gubernur Aceh , Ini Kata Sekjen Satgas PPA

Redaksi

 

 

 

 

 

 

Banda Aceh – Aceh Monitor com. Satgas PPA mengapresiasi kerja cepatnya PJ. Gubernur Aceh dalam memikirkan percepatan pembangunan Aceh dimasa kepemimpinan nya yang hanya dalam waktu singkat ini.

“Ada 8 poit yang saya cermati dalam langkah ini , coba kita kupas satu persatu. Pendelegasian kewenangan managemen aset negara (LMAN) eks. PT. Arun Lng kepada PT. Patra selaku pengelola ekonomi khusus (kek) Arun di Lhokseumawe”,sebut ketua Satgas PPA Musatafa Abdullah melalui Sekjenya Fahmi Pribadi Desky. Senin 29/08/22.

Fahmi mengatakan seharusnya aset PT. Arun inilah lokasi yang paling cocok untuk kita jadikan pabrik pemurnian BBM dari minyak mentah menjadi minyak siap konsumsi. Dengan sedikit melakukan renovasi dan penambahan alat pemurnian BBM. Sehingga kita hemat biaya lokasi, hemat biaya infrastruktur penunjang dan hemat biaya distribusi.

“Saat ini eks. Aset PT. Arun LNG hanya dijadikan sebagai lokasi penampungan BBM yang akan didistribusikan keberbagai wilayah indonesia yang di beli dari luar negeri ya sejenis gudang sementara lah, rasanya sayang dan nilai ekonomis nya sedikit dan juga tidak banyak biasa menampung tenaga kerja dan tidak berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan,” tambahnya.

“Karena hanya di jadikan gudang penyimpanan sementara. Tanpa ada produksi tanpa ada inovasi.
Perusahaan hanya mendapatkan margin dari keuntungan sewa tangki dan sandar tangker di pelabuhan. Selebihnya tidak ada. Dan keuntungan juga akan di setor kepada holding,” ungkap Fahmi lagi.

Bila pabrik pemurnian ini yang di kembangkan. Maka seluruh pengeboran minyak dikawasan bisa di lakukan pemurnian BBM di Arun. Baik yang ada di Aceh maupun di Palembang, Riau, Jambi bahkan dari Kalimantan dan Brunei , karena lokasi kita tepat diselat Malaka jalur laut perdagangan dunia, sehingga biaya distribusi ke negara pembeli bisa lebih murah dan mempengaruhi daya beli negara importir. Lokasi kita strategis.

Belum lagi akan bertumbuhnya para pengusaha lokal kita di sektor migas. Karena ada penampung ya di depan mata kita. Kan selama ini banyak orang beranggapan bisnis di sektor migas itu bisnisnya ribet, bisnis pengusaha besar, bisnisnya naga sembilan. Atau bisnisnya konglomerat. Ini adalah anggapan keliru. Makanya mengapa hampir semua ladang minyak kita dikuasai asing. Padahal mereka hanya punya deal dan punya ijin dengan pemerintah setempat.

Sementara mereka menggunakan tenaga ahli dari negara lain di luar negaranya, mengunakan modal uang bank, mengunakan teknologi yang dijual dipasaran siapa saja bisa beli.
Mereka hanya punya kemauan dan keberanian. Dan pandai menyakinkan orang. 😁

“Padahal kalo pabrik pemurnian dilokasi ini yang kita jadikan. Berapa banyak tenaga kerja yang berpenghasilan disana. Sarjana pertmbangan kita bisa bekerja. Berapa banyak pengusaha yang terberdayakan dan berpenghasilan. Selanjutnya Loksumawe akan kembali menjadi petro dollar,” tutup Fahmi Pribadi Desky.

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!