Laporan : Teuku Duta
Bireuen – Aceh Monitor.com. Studi banding dan pelatihan yang akan dilaksanakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) kecamatan dengan berkunjung ke desa yang terbukti berhasil dirasa penting bagi suatu pemerintahan desa. Hal itu dilakukan untuk memberi gambaran dan menambah khasanah pengetahuan.
Adapun manfaat yang diperoleh dari peserta baik dari perwakilan dari setiap Pemerintah Gampong ketika belajar serta mendengar penuturan dan pengalaman langsung dari pihak lain, tentu akan menambah Wawasan dan Pengetahuan baru, terutama mengenai pengembangan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat di desa Lain melalui wadah BUMdes.
“Studi banding dan pelatihan yang akan diikuti oleh para Keuchik di Kecamatan Peusangan ke Lombok Tengah NTB ini dalam rangka mendapatkan gambaran tentang bagaimana mewujudkan ketahanan pangan sebagai salah satu sektor penunjang ekonomi di desa.” Terang Subarni.
Dipilihnya NTB sebagai destinasi karena Aceh dan NTB memiliki beberapa kesamaan kultur, nuansa religi dan keindahan alam. Sehingga kemajuan desa di sana bisa dibawa pulang dan diterapkan di Aceh, khususnya di Peusangan.
Hal tersebut disampaikan Ketua BKAD Kecamatan Peusangan Subarni SE Kepada Aceh Monitor.com Sabtu 3/9 /2022.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan prakarsa oleh para keuchik Se-kecamatan Peusangan sesuai dengan regulasi yang berlaku, di dalam Peraturan Bupati Bireuen no. 49 tahun 2021 tentang pedoman penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong Tahun Anggara 2022 telah diatur bahwa pelaksanaan peningkatan kapasitas aparatur Gampong dilaksanakan dengan Mekanisme BKAD.
dimana kegiatan studi banding yang akan dilaksanakan di pertengahan bulan ini telah melalui musyawarah dan menghasilkan kesepakatan bersama dari para Keuchik di Kecamatan Peusangan yang berpayung diwadah BKAD Kecamatan Peusangan.
Lanjutnya, Hal-hal apa saja yang dapat dipelajari kemudian dijadikan studi kelayakan hingga diterapkan ke masing masing desa desa, Membangun Jaringan Kerjasama Antar BUMG untuk Saling Mendukung Selain proses belajar, namun juga ada proses pertukaran informasi serta jaringan kerjasama. Studi banding ke desa lain dapat membuka peluang informasi serta kerjasama yang saling mendukung”
Harapannya, kegiatan studi banding yang dicetuskan dari hasil musyawarah bersama para Keuchik SeKecamatan Peusangan ini dapat terwujud dimana nantinya Pemerintah desa mendapatkan dorongan dan termotivasi untuk melakukan perubahan di internal organisasi pemerintahan Desa.
“Untuk itu, dalam melakukan studi banding, BKAD sebagai badan kerjasama antar desa berharap kegiatan ini tidak boleh hanya sekedar melakukan kunjungan tanpa ada output bagi Gampong karena di sana juga akan diberikan pelatihan terkait dengan Ketahanan pangan, Teknologi Tepat Guna dan Pengembangan Ekonomi, Penerapan hasil Studi Banding ke Gampong masing-masing, atau Para pengelola Pemerintahan desa nantinya juga mampu menerapkan atau mereplikasi hasil studi yang telah dilakukan. ” Harapnya.
