EKONOMI BISNIS

Apersi Komit Bangun 3.000 Unit Rumah Bersubsidi Di Aceh

Medan – Aceh Monitor Com.Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia ( APERSI) Aceh membangun sebanyak 3.000 unit rumah bersubsidi.

“Apersi memiliki komitmen membangun rumah yang diperuntukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan penghasilan rata-rata per bulannya berkisar Rp.4 jutaan ” jelas Ketua Apersi Afwan Winardy.Jumat 08/12/17.

Menurutnya , pada Tahun 2017 Apersi telah membangun sebanyak 2.170 unit rumah subsidi di Aceh dengan standar rumah type 36 sebagaimana dari target 3.000 unit rumah dengan suku bunga terendah 5 persen.

Dari jumlah 3.000 unit rumah yang direncanakan pada tahun 2017 ini, 2.170 rumah sudah siap di bangun, sementara sisa dari pada itu Apersi akan melanjutkan sisanya itu pada tahun 2018 .

Ketua DPD Apersi Aceh Afwan Winardy melanjutkan , setelah dalam kegiatan di Forum Group Discustion (FGD) yang di gelar Sekretaris Wakil Presiden di Hotel Aston Medan (Sumatera Utara) pada 30 November 2017 lalu.

Forum tersebut kata Afwan, lebih menekan pada adanya percepatan terkait dengan Peraturan Pemerintah No.64 Tahun 2016 dalam pengembangan rumah bersubsidi untuk masyarakat Berpenghasilan Rendah.Apabila hal tersebut tidak di implementasikan oleh daerah Kabupaten/Kota maka daerah tersebut akan dikenakan sanksi,kata Afwan

Afwan menambahkan,Provinsi Aceh merupakan Provinsi yang telah menjadi andil terkait perizinan pembangunan rumah bersubsidi dalam membantu para pengembang.

“Apersi saat ini terus melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan termasuk dengan 46 para Pengembang,hal tersebut juga tidak terlepas dari Pemerintah Kabupaten/Kota di Aceh ” sebutnya.

Pada Tahun 2018 Apersi kembali akan membangun sebanyak 4.000 rumah untuk 18 Kabupaten/Kota dengan skema pembiayaan mengalami sedikit perbedaan.dimana pada tahun 2017 Apersi membandrol 123 juta per unit selama 20 Tahun maksimal.

Sedang harga rumah yang akan di bandrol pada tahun 2018 mengalami perbedaan baik seharga 130 juta, dan skema pembiayaannya pun maksimal 10 tahun,dengan suku bungavtetap 5 persen.

Hal tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 113 Tahun 2014 dan Keputusan Menteri Keuangan No.18 Tahun 2017,dengan demikian sehingga ditetapkanlah pembiayaan rumah bersubsidi yang sifatnya berbasis tabungan dan UMKM.

“Pada tahap pertama di tahun 2018 pihaknya akan membangun sebanyak 100 unit rumah subsidi di Kabupaten Simeulue ” tutupnya Afwan Winardy. (Had/rel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!