Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Ditjen Perbendaharaan – Kementerian Keuangan di Banda Aceh melakukan Sosialisasi Pembiayaan Ultra Mikro Traning of Mikro,Kredit Usaha KUR dan Training Of Trainers Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) d Ball Room Hermes Hotel.Selasa 05/12/17.
Dalam kesempatan tersebut Walikota Banda Aceh yang diwakilkan Asisten 2 setda Banda Aceh Iskandar dalam sambutanya mengatakan , Pemko Banda Aceh memberikan apresiasi sebesar – besar atas terlaksana nya kegiatan ini.
“Dengan adanya kegiatan ini , kita berharap para peserta bersungguh – sungguh dalam mengikuti Sosialisasi ini ” jelas Iskandar.
Ia melanjutkan , Sosialisasi Ultra Mikro sangat penting untuk dilakukan dan juga perlu mendapatan perhatian khusus.
“Terkait permodalan misalnya , ini perlu kita support agar mereka – mereka ini , tidak terjerat rentenir nantinya ” ujar Iskandar.
Selain itu Iskandar menjelaskan , saat sekarang ekonomi kreatif menjadi trend dan kita semua harus mensuport pelaku usaha tersebut.
Sementara itu Plh Kanwil.Ditjen Perbendaharaan – Kementerian Keuangan Halim mengatakan , Dalam materi yang dibahas pada sosialisasi ini ialah pengenalan sketsa kredit UMi dan KUR serta pelatihan SIKP.
“Sektor UMKM, terutama untuk usaha Mikro memiliki jumlah yang sangat besar , sehingga pemerintah pusat tidak dapat bekerja sendiri , mengingat keterbasan APBN ” ungkap Halim.
Ia menambahkan , oleh karena itu diperlukan dukungan dari Pemda dan semua pihak yang terkait , untuk mensukseskan program – program Pemerintah Pusat terkait pemberdayaan pelaku UMKM.
Ia menyebutkan , per akhir November 2017 jumlah akad KUR seluruh Indonesai yang dilaporkan SIKP mencapai 66 Triliun , dengan jumlah debitur 3 juta orang.
“Dari jumlah tersebut , jumlah Debitur KUR di Provinsi Aceh mencapai 45 ribu orang dengan nilai akad sebesar Rp.980 Milyar ” sebut Halim.
“Sedangkan untuk penyaluran UMi berdasarkan data SIKP UMi, sampai dengan November 2017 sebesar Rp.5,9 Milyar untuk 2.724 Debitur ” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, turut hadir menjadi Narasumber , Ary Dekky Hananto (Direktorat Sistem Manajemen Investasi Kemenkeu) , Azhari ( Regional Manajer PT.PNM Banda Aceh) , Halim (Kabag Umum, Kanwil Perbendaharaan Aceh) , Iwan Kurniawan (Kabib PPA 2 Kanwil Perbendaharaan Aceh ). (Van)
