KABAR DARI ACEH

Apersi Minta Pemerintah Aceh Keluarkan Pergub , Mengapa ?

Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). DPD Apersi Aceh , Kamis 07/02/19. Melakukan Coffe Morning dengan stakeholder dan mitra kerjanya di Kriad Muraya Hotel , dengan tema ” Pengaruh Penerapan ZNT Terhadap Pengembang Dalam Pembangunan Perumahan Di Aceh”.

Kegiatan ini  rutin dilakukan Apersi Aceh , untuk membahas isu – isu terkini yang ada kaitanya dengan Apersi Aceh. Dalam kegiatan tersebut , isu Zona Nilai Tanah (ZNT) menjadi topik pembicaraan dalam coffe morning yang dikemas menjadi diskusi.

Terkait pemerintah , Aceh sampai saat ini belum menerapkan ZNT , Kakan BPN kota Banda Aceh Surya Bakti yang diwakilkan staf nya Aminah menjelaskan , petanya baru di akhir tahun 2016 ada di BPN , sambil berjalan kita sudah mengaju ke ZNT pada Januari 2019 ini.

“Kalau dari kementerian Agraria dan Tata Ruang sudah lama diterapkan untuk Zona Nilai Tanah dan hampir seluruh daerah sudah melakukan ini” sebutnya.

“Dengan mengunakan ZNT pemerintah daerah , dapat meningkatkan penerimaan daerah ” tambah Aminah lagi

Sementara itu , ketua Apersi Aceh Afwal Winardy mengatakan , sampai saat ini pemerintah Aceh belum fokus terhadap perumahan di Aceh , walaupun pokja perumahan sudah ada , tetapi untuk mendorong hal ini kepala daerah belum kuat untuk itu.

“Kita liat di luar Aceh , seperti Jawa Barat misalnya  , tukang cukur rambut saja sudah punya rumah , dan kita harapkan pemerintah daerah serius untuk ini ” kata Afwal

Afwal menambahkan , kalau pemerintah Aceh serius akan hal tèsebut , kita harapkan segera mengeluarkan Pergub , Perwal dan Perbup untuk kabupaten /kota.

“Sementara untuk di Banda Aceh sudah hampir keseluruhan kecamatan menerapkan ZNT , sedangkan di Aceh Besar baru satu kecamatan yang menerapkan ZNT ” ungkap Afwal.

Selain para pengembang dibawah naungan Apersi Aceh , juga hadir kepala BTN Aceh Joni Yusran perwakilan DPKAD dan pihak perbankan lainya. (van)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!