KABAR DARI ACEH

Kantor Pertanahan Aceh Besar Lakukankan Penanaman Perdana Tanaman Jagung Pipil

Redaksi

 

 

 

 

 

 

Aceh Besar – Aceh Monitor com. Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Besar melaksanakan kegiatan Penanaman perdana tanaman jagung pipil di lahan pemberdayaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) pada Kamis 30 Desember 2021.

Acara ini dibuka oleh kepala kantor pertanahan dAceh Besar ihadiri oleh Kabid Survei dan Pemetaan, Kabid Pemetaan dan Pemberdayaan, kepala dinas pertanian Kabupaten Aceh Besar, Kadis Pertanahan Aceh Besar, Kapolsek Lembah Selawah, Koramil Lembah Seulawah, perangkat desa beserta kelompok tani dan seluruh instansi yang terkait dengan Gugus Tugas Reforma Agraria.

Lokasi lahan pemberdayaan terletak di desa Sukadamai, Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar, tepannya di dusun suka makmur, pemilihan lahan dilakukan setelah melakukan survei pada beberapa lokasi lainnya dan pada Rapat Koordinasi pada tanggal 25 Agustus 2021 bertempat di hotel the Pade diputuskan desa sukadamai menjadi lokasi pemberdayaan dan menjadi Kampung Reforma Agraria.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Besar, Agusman A.Ptnh selaku Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Reforma Agraria mengatakan bahwasanya kegiataan ini sangat meningkatkan kemandirian ekonomi bagi para petani karena di tahun sebelumnya telah dilakukan hal serupa dan terbukti meningkatkan perekonomian masyarakat melalui budidaya tanaman jagung pipil.

“Pada hari ini sama – sama bisa kita lihat bahwasanya kesungguhan kita bersama dengan dukungan forkopimda aceh besar kita mampu meningkatkan perekonomian petani yang ada di wilayah kita ini menjadi sebuah komoditi besar yang berkelanjutan, sebelum adanya kegiatan ini pada tahun 2020 telah kita laksanakan kegiatan yang sama tanpa anggaran, hanya bantuan bibit dari dinas pertanian dan bantuan pagar dari Baitul mal aceh besar kita menyulap eks lahan ganja menjadi lahan jagung seluas 40 hektar,” sebutnya.

Lahan di desa lambada mulanya lahan tidur memiliki luas 40ha, yang dikelola oleh 25 orang petani yang berasal dari 11 kepala keluarga desa lambada. Dengan luas demikian, hasil panen jagung per hektar didapati kurang lebih 10 ton dengan harga perkilogramnya Rp.4000. jika di kalkulasikan maka sekali panen setiap petani mendapatkan pengasilan lebih dari 40 juta rupiah.

“Berangkat dari kesuksesan tersebut kita lakukan kedua kalinya kita berharap dapat melakukan lebih baik dari tahun sebelumnya yang sebelumnya menggunakan metode penataan akses mengikuti penataan  asset, pada tahun ini penataan asset mengikuti penataan akses, kita juga mewujudkan butir 3.2.5 Mou Helsinki yakni lahan untuk Tapol Napol eks kombatan gam di beberapa daerah di Aceh Besar” tambahnya.

Lahan yang siap ditanami tanaman jagung di dusun sukamakmur memiliki keseluruhan seluas 87 hektar, digarap oleh 50 kk. Untuk tahap penanaman sekarang lahan yang siap diberdayakan  seluas 25 ha di dusun sukamakmur digarap oleh 15 kk. Hal ini disebabkan karena masih ada lahan yang belum dipagari mengingat hama babi dan monyet yang jumlahnya banyak dan bibit yang terbatas diawal dan pada lahan tersebut tidak terdapat sertipikat sama sekali.

Kadistan Aceh Besar Jakfar,S.P, mengatakan siap membantu bibit jagung untuk lahan pemberdayaan di gampong sukadamai, bibit yang disiapkan merupakan bibit terbaik yang telah dibuktikan sebelumnya di desa lambada, dinas pertanian akan terus berusaha membantu para petani pekebun agar dapat terus produktif dan mandiri.

Selanjutnya, Kabid penataan dan pemberdayaan, Akhyar Tarfi, S,Sit.,M.H mengatakan bahwa sangat mengapresiasi kinerja tim Gugus Reforma Agraria yang sukses melakukan pemberdayan dan pemetaan social, dengan adanya kampung reforma agraria, petani dapat terus mengembangkan diri dan meningkatkann ekonomi berkelanjutan.

“Mengingat besarnya komoditi yang dapat dikembangkan dia Aceh Besar melalui kegiatan ini kt harapkan dapat mewujudkan tujuan bersama yakni peningkatan ekenomi secara terus menerus, redistribusi tanah merupakan salah satu perwujudan dari penataan asset yang bertujuan memberikan kepastian hak untuk petani pada tahun 2022 redistribusi tanah di aceh besar ditargetkan 2000 bidang dan diutamakan di desa Sukadamai” jelasnya.

Ucaapan terimakasih juga disampaikan Geuchik Sukadamai mewakili kelompok tani buklat dan masyarakat atas perhatiannya kepada petani di desa sukadamai. Bantuan bibit jagung sangat berarti bagi petani dan tidak hanya itu dengan adanya kerjasama dengan PT Golden Daru Utama sebagai penampung menjadikan petani semakin yakin bahwa komoditi jagung pipil ini akan menjadi jawaban dari permasalahan ekonomi masyarakat dan menjaga kestabilitas ketahanan Pangan Nasional.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!