Laporan : Teuku Duta.
Bireuen – Aceh Monitor com. Dalam rangka menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan nasional serta untuk mengantisipasi imbas dampak cofid19 juga hasil keputusan rapat koordinasi terbatas dengan dinas teknis, ketua ketua ktna kabupaten Bireuen tentang penetapan jadwal turun ke sawah musim tanam gadu tahun 2021, Telah menetapkan jadwal tanam di lahan sawah musim gadu tahun 2021.
“Sesuai dengan surat yang ditandatangani oleh Bupati Bireuen nomor : 320/619/2021 dimana telah ditentukan beberapa jadwal sebagai pedoman untuk para petani mulai dari pembukaan pintu air dimulai tanggal 30 Mei, pengolahan tanah 5 Juni sampai dengan 17 Juni 2021, semai benih 18 Juni sampai dengan 30 Juni, dan masa tanam mulai tanggal 8 Juli sampai dengan 20 Juli dengan perkiraan masa panen pada akhir Oktober 2021 nanti ” ungkapnya
Hal tersebut diungkapkan Kadis Pertanian dan Perkebunan Bireuen Muhammad Nasir. SP,. M.S.M saat ditemui media Aceh Monitor.Com.di ruang kerjanya Jumat 4 /6/2022.
Dalam kesempatan itu, Muhammad Nasir. SP,. M.S.M menjelaskan selain ketentuan tersebut Pembangunan Pertanian juga membutuhkan Inovasi dan tehnolagi yang mengikuti perkembangan global , fakta dilapangan menunjukan bahwa adopsi inovasi tehknologi pertanian terus ditingkatkan oleh pemerintah melalui distanbun Bireuen begitu juga dengan tugas dan fungsi dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan menggenjot kapasitas SDM para Penyuluh (PPL) Mantri Tani, Petugas OPT dan petani sehingga produksi padi kian meningkat sebagai mana hasil panen raya pada Maret-April 2021 lalu dengan hasil rata-rata 6,9 ton / ha gabah kering panen (GKP).
“Maka oleh sebab itu, diharapkan kepada petani agar dapat mempedomani jadwal yang telah ditetapkan supaya dapat dilaksanakan sebagaimana yang telah kita tetapkan guna meminimalisir masalah yang terjadi hingga berdampak pada penurunan hasil panen ” jelasnya
Lanjut, adapun tantangan yang akan dihadapi petani pada di lahan sawah musim gadu tahun 2021. salah satunya yaitu terjadinya serangan hama, kita saat ini telah menyiapkan stok anti hama bantuan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk mengatasi masalah tersebut.
“Diprediksikan akan terjadi serangan hama karena perubahan cuaca kemarau pada Musim Tanam Gadu priode April sampai dengan September ditahun 2021ini , dan begitu juga saat ini sedang dilaksanakan Renovasi talut & lantai serta pembuangan sendimen dibeberapa titik jaringan irigasi, namun tidak menjadi hambatan untuk mensuplay air karena pekerjaan rehabilitasi tersebut hampir rampung di kerjakan” sesuai tanggapan oleh Kadis PU-Pr /Fatli Amir, St , MT.
Selanjutnya saat ,ditanyai terkait masalah distribusi dan ketersediaan pupuk Muhammad Nasir. SP,. M.S.M mengatakan susuai mekanisme dan dengan peraturan berlaku , yang berhak menerima pupuk subsidi adalah Bagi petani yang telah bergabung dikelompok tani dan terdaftar di ERDKK serta diwajibkan untuk membawa kartu tani atau KTP pada saat melakukan penebusan pupuk dikios pengecer.
“Petani segara dapat menebusnya di kios pengecer sesuai dengan ketentuan yang berlaku “pungkasnya
Dijelaskannya, menurut data rekapitulasi yang ada di dinas pertanian dan perkebunan Bireuen ,adapun jumlah Bantuan pupuk Bersubsidi untuk kabupaten Bireuen tahun 2021 berjumlah pupuk Urea 3.100 ton, yang telah didistribusikan Terhitung dari Januari sampai dengan Mai 2021 dengan rincian sebagai berikut pupuk Urea 3.100.ton, Sp-36 = 656 ton , ZA. 667 ton , NPK 3.100 ton dan pupuk organik 400 ton dengan total realisasi pendistribusian / penebusan oleh pihak Distributor telah mencapai 45% – 55% priode bulan Januari s/d Mei 2021 dari total pupuk bantuan bersubsidi dari pemerintah, sedangkan sisa nya sedang dalam proses penembusan sebagai mana kita ketahui dari Keseluruhan jumlah tersebut kita dapat melihat betapa minimnya suplai pupuk yang dipasok, namun kita terus berupaya agar kadistanbun Aceh dapat menambah mengalokasikan pupuk bersubsidi dengan jumlah yang lebih besar untuk Kabupaten Bireuen” tutupnya.
