Bireuen – Aceh Monitor.Com. “Alhamdulillah, mulai kemarin, hingga dihari kedua proses pelaksanaan ujian berjalan dengan lancar ”
Hal tersebut disampaikan Kepala SMKN 1 Peusangan M Yusuf S. Pd kepada media disela pelaksanaan ujian nasional berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah setempat. Selasa 17/3/2020. pagi
Dalam kesempatan itu M Yusuf S. Pd menjelaskan adapun pelaksanaan ujian Jenjang SMK tahun ajaran 2019-2020 di Kabupaten Bireuen diikuti 1.099 peserta dari 12 SMK, dimana sembilan sekolah diantaranya melaksanakan UN secara mandiri mulai tanggal 16 sampai dengan 19 Maret 2020.
“Untuk waktu pelaksanaan ujian dibagi dalam dua sesi dikarenakan unit komputer ruangan lab yang terbatas”
Lanjut, untuk teknis lainnya seperti server, jaringan dan listrik padam dapat diantisipasi karena panitia dibantu tim teknisi terus berkoordinasi dan berupaya menjaga proses pelaksanaan ujian dapat berjalan lancar tanpa kendala apapun ” jelas M Yusuf yang juga sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Bireuen.
Sementara itu, dihari pertama pelaksanaan UNBK rombongan tim yang dipimpin Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bireuen T Murthada S. Sos didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Drs M Nasir M.Pd, Ketua MKKS-SMA Kabupaten Bireuen, Hamdani M.Pd, unsur pengawas Provinsi meninjau serta memantau langsung pelaksanaan UN dibeberapa sekolah SMK dalam Kabupaten Bireuen diantaranya SMKN 1 Bireuen, SMKN 1 Peusangan dan SMKN 1 Gandapura
Pada kesempatan itu, T Murthada dihadapan sejumlah media juga mengatakan adapun kunjungan ini untuk meninjau pelaksanaan kegiatan UNBK jenjang SMK dipastikan berjalan dengan lancar.
“Kita mengharapkan pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun,” kata T Murthada Senin, 16/3/2019.
Selanjutnya, T Murthada menegaskan untuk tahun ini jajaran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bireuen beserta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen berkomitmen untuk meningkatkan prestasi bidang pendidikan dari tahun sebelumnya.
“Kita berharap Kabupaten Bireuen masuk 10 besar dari 23 Kabupaten kota dalam Provinsi Aceh” tegasnya. (Duta)
