Kuala Lumpur –Aceh Monitor Com.Mantan Menteri Malaysia, Tan Seri Sanusi bin Junid menja mu makan malam Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin di restoran Sederhana, Chok Kit, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (23/7/2917). Selain itu turut hadir sejumlah tokoh asal Aceh yang sudah lama menetap di Malaysia.
Dalam pertemuan santai itu, Tgk Muhar dan Tan Seri Sanusi banyak membicarakan tentang pembangunan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat hingga beragam investasi lainnya. Sehingga bisa membuka banyak lapangan pekerjaan untuk memberantas kemiskinan di Aceh.
“Harus datangkan banyak investor ke Aceh, harus banyak berkawan dengan orang yang berduet,” kata Tan Seri Sanusi bin Junid, putra asli Aceh yang sudah menetap lama di Malaysia.
Tan Sri Sanusi bin Junid juga pernah menjadi menteri kabinet selama 25 tahun di Malaysia. Dia pernah menjabat Kementerian Tanah, Pembangunan Regional, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Nasional dan Pembangunan Luar Bandar, Kementerian Pertanian dan terakhir menjabat Menteri Kedah.
Dalam pertemuan singkat itu, Tan Seri Sanusi bin Junid juga meminta kepada Pemerintah Aceh agar mempermudah perizinan investasi. Sehingga akan banyak investor datang ke Aceh.
“Banyak investasi bisa dikembangkan, seperti investasi perikanan, pertanian dan juga investasi telur ayam, di Aceh kan mahal telur,” jelasnya.
Pertemuan penuh kekeluargaan ini, Tan Seri Sanusi bin Junid banyak memberikan masukan untuk Aceh, terutama ia berharap Kepala Pemerintahan Aceh yang baru bisa mengembangkan banyak investasi. Akan tetapi, Tan Seri Sanusi bin Junid tekankan investasi yang menguntungkan seluruh rakyat Aceh.
“Jangan sampai investor datang, banyak kapal luar negeri kita undang, demikian juga tanam padi kita kasih pada perusahaan, sama saja ketika rakyat tetap miskin,” jelasnya.
Sementara itu Ketua DPRA, Tgk Muharuddin mengatakan, semua masukan yang telah disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan. Dalam waktu dekat, rencananya tindaklanjutnya adalah membuat seminar untuk mencari apa yang mesti dilakukan agar investasi bisa berkembang.
“Banyak hal masukan yang saya peroleh. Rencanaya akan kita buat seminar untuk mencari jalan keluar,” jelasnya.
Ia juga berharap, Pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Gubenur baru, bisa lebih berani bersikap untuk mendatangkan investor. Setidaknya seperti pesan Presiden Joko Widodo untuk mendatangkan satu investor terlebih dahulu.
“Kita akan gelar pertemuan dengan muliti stakeholder membicarakan investasi di Aceh ke depan,” tutupnya.(Rel)
