POLHUKAM

Empat Siswi Sekolah Dasar Diduga Dicabuli Gurunya

Langkat (Sumut) – Aceh Monitor Com (AMC).Seorang oknum guru honorer bernama Marzuki yang bertugas di SD Negeri 056642 Kampung Baru, Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumut ditangkap polisi karena diduga telah mencabuli empat siswi Sekolah Dasar (SD), september 2018
masing-masing berinisial AH (8), FZ (10), SA (10), dan DR (9).

Tersangka Marzuki kerjaan sampingannya sehari-hari ditugaskan orang tua siswa untuk menjaga dan mengantar jemput anak-anak mereka dari sekolah ke rumah masing-masing. Namun, tersangka memanfaatkan pekerjaannya untuk mencabuli anak-anak tersebut.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan perbuatan asusila yang dilakukan Marzuki terhadap empat bocah ini terjadi pada bulan September 2018. Namun sangat disayangkan, kata Tatan, keluarga korban sampai saat ini belum membuat laporan ke unit PPA Polres Langkat.

Dikatakan Tatan, karena tidak ada laporan yang dibuat oleh korban dan keluarganya pihak Polres Langkat melakukan rapat kordinasi dengan Sekda Kabupaten Langkat, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dinas Sosial, P2TP2A Pusat, Kadis Pendidikan, Sekdes Pangkalan Susu, dan Pihak Sekolah Dasar Negeri 056642 pada Kamis 18 september 2018 silam.

Hasilnya, disepakati bahwa tim akan mendatangi rumah korban yang berada di Desa Kampung Baru, Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat untuk membujuk korban melakukan pengaduan pada Rabu, 24 Oktober 2018.

“Ternyata keluarga korban juga tidak mau membuat laporan terkait kasus pencabulan ini,”katanya.

Pada Jumat 26 0ktober 2018  unit PPA Polres Langkat, Kabag Pemberdayaan Perempuan, KPAID Kabupaten Langkat, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Departemen Sosial, Psikolagi dari Kabupaten Langkat,  Dokter Puskesmas Stabat, mendatangi TKP tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan yang dilakukan oknum guru honorer Marzuki kepada empat siswanya.

“Unit PPA Polres Langkat sudah mendatangi rumah orangtua korban untuk membujuk agar membuat laporan pengaduan ke polres Langkat. Namun tetap pihak keluarga tidak mau buat laporan,”ujar mantan Wakapolrestabes Medan ini, Sabtu 24 November 2018

Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, rupanya pihak pelaku dan korban sudah berdamai.

“Pelaku memberikan uang Rp 10 Juta kepada masing –  masing keluarga korban dan pelaku berjanji akan menyekolahkan keempat korban sampai kuliah,”kata tatan saat di komfirmasi Minggu 25 November 2018.

“Pihaknya tetap melakukan Visum meskipun mereka sudah melakukan damai. tutupnya. (Had)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!