Sosbud

”Yuk Ke Aceh DI Bulan Ramadhan , Pesona Yang Sulit Untuk Dilupakan”

Banda Aceh-Aceh Monitor Com.  Aceh, dikenal dengan julukan Serambi Mekkah. Agama Islam pertama kali masuk ke daerah ini dan kemudian berkembang di Nusantara. Aceh memiliki pesona tersendiri, banyak situs peninggalan peradaban Islam, batu nisan yang khas, dan makam-makam bersejarah. Arsitektur mesjid, prasasti dan ornamen yang melambangkan Aceh sebagai pusat peradaban Islam di Indoneseia, bahkan di Asia Tenggara/

Aceh juga memiliki sejumlah hukum (Qanun) yang sudah disesuaikan dengan daerah yang menerapkan syariat islam ini. Terlebih pada Bulan Ramadhan seperti sekarang ini, anda dapat begitu tenang dan nyaman melaksanakan ibadah puasa disini, karena hampir 99 persen masyarakatnya beragama Islam.

Suasana ramadhan di Aceh berbeda dengan Kota lain di Indonesia, semarak ramadhan dapat kita rasakan di Aceh dengan berbagai kegiatan  dan aneka penganan khas menu berbuka puasa.  Abdul Rasyid (53), turis Asal Brunei Darussalam  menuturkan rasa kagumnya saat berkunjung ke Banda Aceh.

“Saya menemukan rasa damai, rasa yang sejuk dan rasa yang indah saat berkunjung ke Aceh  di Bulam Suci Ramadhan ini,” katanya dengan Logat melayu yang kental.

‘’Masyarakat yang ramah , panorama alam yang indah,kulinernya yang susah untuk di lupakan dan yang tidak pernah tinggalkan adalah menunaikan Sholat di Masjid Raya Baiturrahman ‘’jelasnya.

Menurut Abdul Rasyid Mesjid Raya Baiturahman merupakan daya tarik baginya untuk mengunjungi daerah ini. ‘’Mesjid Baiturrahman sudah sangat elok mirip seperti Mesjid Nabawi di Madinah, Pekarangannya sudah dilapisi marmer, sore hari, ada 12 payung raksasa yang dibiarkan mengembang dengan balutan pendaran pencahayaan menarik dan itu susah untuk di lupakan,‘’ujarnya.

Peryataan turis asal Brunei Darussalam ini bukanlah sekedar untuk menyenangkan hati masyarakat Aceh , namum apa yang dikatakanya adalah yang sebenarnya.

Selain itu, yang menarik  di Aceh  saat bulan Ramadhan ini, diantaranya  tradisi Meugang.Tradisi ini merupakan tradisi potong sapi yang dilakukan dua hari sebelum Ramadhan dan dua hari menjelang Hari Idul Fitri. Dalam tradisi ini, wisatawan dapat melihat berbagai proses mulai dari pemotongan sapi, proses pemasakan, hingga makan bersama.

Ada juga festival Ramadhan dan beragam perlombaan, mulai dari lomba azan, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), juga hafiz Alquran. Ada juga Kampung Ramadan yang biasanya digelar di bantaran sungai. Di situ, masyarakat akan menjajakan aneka menu buka puasa. Tak lupa zikir akbar yang  digelar di Masjid Raya Baiturrahman.

Selesai Sholat Tarawih Wisatawan tidak perlu ragu untuk santai sejenak dengan mencicipi Kopi Aceh, Sanger ataupun Teh Tarik yang tersedia di Café –café maupun Warung Kopi di Banda Aceh sambil berselancar didunia maya dengan menikmati fasilitas Wifi yang di sediakan secara gratis.

Soal Kuliner saat berbuka , anda tidak perlu ragu kalau provinsi aceh sangat terkenal dengan Kulinernya yang khas, seperti  Ayam Tangkap, Mie Aceh, Eungkot Keumamah, Gulai Kambing, Gulee Plik U”, Timphan, Rujak Aceh, Martabak Aceh dan banyak lagi makanan yang menggugah selera kita untuk kembali lagi ke Aceh.

Bukan itu saja, disaat Subuh tiba dengan menghirup udaranya yang sejuk di pagi hari, kita semua dapat berjalan jalan ke pantai Ule Lhe sambil memandang panorama alam pantai yang indah dan sulit untuk dilupakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Reza Pahlevi mengatakan  pada 10 Ramadan terakhir, ada Qiyamul Lail.  Momen ini biasanya dibanjiri pengunjung. Maklum, ustaz dari Riyadh, Arab Saudi, dan Mesir ikut diundang ke Aceh.

“Banyak yang bisa dinikmati. Siang hari bisa ke museum, atau destinasi wisata lainya. Aneka kuliner disediakan mulai jam empat sore. Ada juga Ifthar Bersama, tarawih dan tadarrus, Zikir  dan Khanduri Khatam Al-Qur’an, serta  Malam Nuzulul Qur’an,” Tutup Reza Pahlevi.(Adv)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!