Oleh : Ervanda
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Pekan Kebudayaan Aceh (PKA ke – ke-VIII ) yang akan berlangsung di Banda Aceh 4-12 November 2023. Akan menjadi event Seni dan kebudayaan terbesar bagi Aceh , event yang di gelar lima tahun sekali ini menjadi moment penting untuk memperkenalkan Seni dan budaya Aceh di kancah Nasional dan Internasional.
PKA kali ini mengusung tema ‘Jalur Rempah Aceh, Rempahkan Bumi Pulihkan Dunia’ menjadi tema andalan untuk menarik simpati wisatawan lokal dan Internasional untuk datang ke Aceh , Seluruh kabupaten / kota se Aceh turut ambil bagian dalam ajang ini.
Seluruh kontingen Kabupaten / kota se – Aceh berkompetisi untuk menampilkan seni dan kebudayaan daerah mereka masing – masing agar menjadi juara umum dalam ajang PKA kali ini.
PKA ke – ke-VIII yang menghabiskan dana Milyaran ini , diharapkan dapat menarik dan memperkenalkan Aceh di mata dunia dan dapat menyedot wisatawan untuk datang ke Aceh.
Tidak hanya sekedar event belaka semata , selesai kegiatan ya sudah ? Tapi harus ada manfaat nya dengan di gelar event tersebut , apa keuntungan yang didapatkan dengan adanya PKA baik bagi pemerintah daerah maupun para pengusaha dan maupun para seniman yang ikut terlibat dalam kegiatan ini.
Kita ketahui bersama dengan adanya event PKA perekonomian akan berputar di pusat kota Aceh ini , baik pengusaha hotel , cafe dan restoran serta usaha kecil lainya ikut merasakan dampak yang positif dengan gelaran 5 tahun sekali ini.
Bukan hanya pengusaha hotel , cafe dan restoran maupun usaha kecil saja yang merasakan dampak positif dari adanya PKA , para seniman juga merasakan hal yang sama mendapat keuntungan dari jasa penampilan mereka . Bisa disebut hari raya bagi pekerja seni dan budaya.
Biaya jasa seniman yang tampil di PKA juga harus transparan , tidak hanya mencari keuntungan dengan memotong uang jasa seniman yang akan tampil , nah ini jangan sampai terjadi “Jangan ada kedai diatas kedai” begitu kira – kira.
Begitu juga dengan apa yang disuguhkan dalam setiap panggung dalam gelaran di ajang PKA nanti , harus menampilkan seni dan budaya Aceh , tidak menyuguhkan Seni dan budaya luar.
Kita juga berharap pihak penyelenggara untuk benar – benar memanfaatkan dana PKA dengan sebaik – baiknya , jangan sampai menyalahgunakan anggaran ataupun sulap menyulap terkait kegiatan PKA.
Jangan sampai ada ending yang tidak mengenakan di kemudian harinya , bukan hanya menakuti tapi hanya mengingatkan satu sama lainya , kita menginginkan agar gelaran ini sukses tanpa ada permasalahan nantinya.
PKA ini milik kita , PKA ajang kita , PKA ini event besar kita untuk mempromosikan Seni dan Budaya kita , jadi sukseskan PKA ke – VIII dengan sebaik – baiknya.
