KABAR DARI ACEH

SMKN 1 Mubarkeya Borong Enam Juara Kursus Instruktur Muda Pramuka

BANDA ACEH – Aceh Monitor Com. Luar biasa, kalimat itu pantas diucapkan untuk pelajar SMK Negeri 1 Al Mubarkeya, Kabupaten Aceh Besar. Terbukti, mereka berhasil membawa enam juara I pada kegiatan Kursus Instruktur Muda Pramuka jenjang SMK tingkat Provinsi Aceh.

Keenam pelajar SMK Negeri 1 Al Mubarkeya yang berhasil meraih juara I masing-masing Khairunnisa, Rizky Nadila, Rahayu Widiyanti, Azri Ahmad Fahrozi, M. Afandi dan Ikhsan Maulana Putra.

Sedangkan peraih juara I lainnya diraih Muhammad Haris (SMK-PP Negeri Saree), M. Sabirin (SMK Negeri 1 Jantho) dan Intan Zahura (SMK Negeri Penerbangan Aceh)

Kegiatan Kursus Instruktur Muda Pramuka jenjang SMK Tingkat Provinsi Aceh ini ditutup Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem Yakob, M.Pd atasnama kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd, Minggu (14/10/2018).

Turut hadir pada penutupan kegiatan itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, pelaksana kegiatan Kursus Instruktur Muda Pramuka SMK Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Zulkarnaini.

Saat menutup kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem Yakob, M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan ini dipandang sangat penting, karena selain mencari bibit-bibit unggul untuk menajdi instruktur muda yang handal dan berbakat juga sebagai ajang membentuk karakter dan kedisiplinan serta sebagai wahana silaturrahmi dalam meningkatkan penghayatan ilmu ketrampilan kepramukaan khususnya dibidang pramuka.

“Selama beberapa hari ini peserta telah banyak mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari kakak-kakak instruktur, tentang bagaimana menjadi seorang instruktur muda melalui lima kegiatan utama, yaitu kepemimpinan, kedisiplinan, kebangsaan, kreativitas, dan kepedulian,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh ini.

Ia mengatakan, kegiatan ini hendaknya dapat meningkatkan kreativitas anak-anak terutama dalam pengembangan pendidikan kepramukaan, membentuk karakter dan memacu kemampuan peserta didik dalam berfikir kritis.

“Juga kreatif, memupuk kedisiplinan, jiwa kebangsaan, persahabatan dan kerjasama secara nasional dalam meningkatkan kecakapan hidup. Kegiatan yang sudah diikuti ini menjadi modal utama kesuksesan siswa dimasa mendatang dan perlu diingat bahwa tidak ada pengalaman yang sia-sia,” katanya.

Itu sebabnya, sambung Muslem, selagi masih muda, carilah ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin untuk masa depan. Jangan lupa manfaatkan momentum ini untuk membangun jejaring dan aktif di berbagai organisasi yang bernilai positif serta jadilah instruktur muda yang handal dapat dibanggakan keluarga, sekolah dan masyarkat.

“Sebab, melalui event-event seperti inilah kita perkuat diri dan mengasah kemampuan, keterampilan, talent dan inovasi,” sambungnya.

Kepada yang berhasil berprestasi dalam kegiatan ini untuk tidak berpuas diri. Ia mengingatkan agar peserta untuk mampu menjadi instruktur muda yang berbakat.

“Teruslah pertahankan prestasi yang sudah ada demi menggapai segudang prestasi di berbagai even lainnya baik di tinggkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional bahkan Internasional. Begitu juga bagi yang belum juara, teruslah belajar, karena kekalahan bukanlah penghalang menuju kesuksesan,” kata Muslem.

Sebagaimana diketahui, sejalan dengan Permendikbud Nomor 39 Tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan. Kegiatan kesiswaan yang dilaksanakan di sekolah harus mampu menumbuhkembangkan karakter siswa.

Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksudkan dalam tujuan Pendidikan Nasional antara lain dapat diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan salah satu kegiatan dalam program kurikuler.

Kegiatan ini, merupakan salah satu program pemerintah sebagaimana tertuang dalam Nawa Cita Presiden Republik Indonesia yaitu melakukan revolusi karakter bangsa.

Mengingat Kepramukaan sangat berperan dalam membentuk karakter bangsa dan merupakan substansi dalam pembinaan kesiswaan, maka penting untuk membuka ruang dan kesempatan bagi siswa-siswi untuk secara bersama-sama menemukan kembali, memberdayakan dan menumbuh kembangkan ilmu Kepramukaan sebagai akumulasi dari kreativitas pembinaan kesiswaan yang dilaksanakan di tingkat sekolah.

Dengan demikian akan lahir calon-calon instruktur muda yang handal, berbakat, cerdas dan berakhlak mulia.

Sebelumnya pelaksana kegiatan Kursus Instruktur Muda Pramuka SMK Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Zulkarnaini, menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti oleh 207 orang perwakilan masing-masing SMK di Aceh.

“Peserta dibina oleh dewan juri/wasit.Pada kegiatan ini dewan juri/wasit berasal dari Kwarcab Banda Aceh, Aceh Besar dan Kwarcab Subulussalam,” kata Zulkarnaini menyebutkan.

Ia menambahkan, rincian kegiatan tersebut meliputi, pendekatan andrologi, yang erfokus pada pembelajaran diri interaktif progesif dengan melibatkan peserta secara langsung ilmu kepramukaan.”Dan kegiatan di interaksi dengan masyarakat yang intinya untuk perkembangan pola pembinaan diri, satuan dan masyarakat,” tambahnya. (Rel/pri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!