KABAR DARI ACEH

SPA Soroti Lonjakan Harga Semen di Aceh di Tengah Rehab-Rekon Pascabanjir

Redaksi

 

 

Aceh Besar – Aceh Monitor com. Serikat Pekerja Aceh (SPA) menyoroti lonjakan harga semen di pasaran yang kini dikabarkan mencapai Rp120.000 per sak. Kenaikan itu terjadi di tengah tingginya kebutuhan material untuk rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabanjir di sejumlah wilayah Aceh.

Ketua Umum SPA Muhammad Usman meminta manajemen PT Semen Andalas Indonesia (SAI) memberikan penjelasan terbuka terkait kondisi produksi, ketersediaan stok, dan sistem distribusi hingga ke tingkat distributor dan pengecer.

“SPA juga meminta rantai distribusi diperiksa menyeluruh agar tidak terjadi kelangkaan maupun praktik yang merugikan masyarakat, pengusaha lokal, dan kontraktor yang sedang memulihkan fasilitas terdampak bencana,” kata Muhammad Usman di Lhoknga, Rabu.

Wakil Sekjen SPA Irwan Syahputra alias Syech Wan* menilai kenaikan harga saat kebutuhan melonjak berpotensi menambah beban masyarakat dan kontraktor.

“PT SAI berdiri di tanah Aceh dan menjadi bagian penting industri di sini. Setelah banjir, kebutuhan semen pasti meningkat untuk membangun rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur yang rusak,” ujar Irwan.

Menurutnya, jika harga naik tiba-tiba sementara kontrak pekerjaan sudah berjalan, pengusaha dan kontraktor lokal bisa mengalami kerugian besar.

“Di 18 kabupaten/kota kebutuhan pemulihan sangat mendesak. Jangan sampai kenaikan harga material menghambat proses rehab-rekon,” tegasnya.

Irwan berharap PT SAI mengevaluasi sistem distribusi agar semen tersedia merata dan harga tidak liar.

Hal Senada, Sekwil SPA Aceh Selatan Alfitrah menyesalkan kondisi di lapangan. Ia menyebut di Aceh Selatan dan daerah lain masyarakat masih butuh semen untuk pemulihan, namun barangnya sulit dan harganya naik.

“Kondisi ini harus segera ditangani. Jangan sampai masyarakat yang sudah kena musibah banjir, ditambah lagi beban karena material mahal dan langka. Kontraktor lokal juga jangan sampai terbebani,” kata Alfitrah.

Ia meminta Pemerintah Aceh turun tangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar distribusi berjalan normal dan harga di pasar terkendali.

SPA menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sekadar persoalan dagang. Jika tidak segera diatasi, kelangkaan dan mahalnya semen dikhawatirkan menghambat konstruksi, menaikkan biaya pembangunan, dan memperlambat perbaikan rumah warga.

SPA mendesak Pemerintah Aceh bersama PT SAI dan jaringan distribusi mengevaluasi stok, mekanisme distribusi, dan harga semen dari pabrik hingga konsumen.

“SPA akan terus memantau kebutuhan material di lapangan dan mendorong agar proses rehab-rekon berjalan tanpa hambatan,” ujarnya.

Selain menyoroti harga, SPA menegaskan komitmen mengawal keberadaan perusahaan di Aceh agar memberi manfaat bagi masyarakat dan ekonomi daerah.

SPA juga menyatakan sebagai bagian dari tim pemenangan *Mualem–Dek Fadh* akan terus mengawal persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan dunia usaha, sejalan dengan visi misi Gubernur *Muzakir Manaf dan Wagub Fadhlullah.

“Dunia usaha, pemerintah, pekerja, dan masyarakat harus bersinergi agar ekonomi tetap jalan, kebutuhan terpenuhi, dan agenda pemulihan Aceh berjalan optimal,” tutup SPA.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!