POLHUKAM

Trauma Diduga Dipukuli Oknum Guru , Wali Murid Ngadu Ke Dewan

Binjai (Sumu) – Aceh Monitor Com.Tiga orang wali murid Sekolah Dasar terpaksa mengajak anak-anaknya ke Kantor DPRD Kota Binjai. Anak-anak mereka yang berseragam SD terpaksa absen belajar karena trauma dipukuli secara berlebihan oleh oknum guru berinisial S, yang bekerja di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 020252 Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat. Kamis 3/08/18

Kehadiran ketiga wali murid bersama anak-anak mereka diterima oleh ketua Komisi C DPRD Binjai, Irfan Asriyandi dan anggota Hj Juliati, Norasiah, Syarif Sitepu, Gim Ginting, dan Edy Putra di ruang Komisi C DPRD Binjai, Kamis 02 Agustus 2018

Wali murid, Novika Maya Sari orang tua dari FGL mengatakan kedatangannya di DPRD Binjai untuk mengadukan kelakuan seorang oknum guru yang melakukan pemukulan terhadap anaknya. Ia membeberkan anaknya mengalami trauma dan takut ke sekolah karena dipukul pada bagian kepala dengan kerasnya.

“Minta anak kami pindah sekolah, dari gurunya gak ada minta maaf, jumpa pun gak ada itikad baik dia. Bukan satu murid yang sudah dipukuli kepalanya, tapi banyak murid. Makanya kami datang ke DPRD. Gara-gara buku pelajar tinggal, dipukuli kepalanya keras sekali, sampai trauma anak saya pergi sekolah. Kita sebagai orang tua pasti tidak terima,” katanya.

Selain mengadu ke DPRD, Novika juga telah melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru ini kepada pihak Polres Binjai. Laporan Novita diterima oleh pihak SPK Polres Binjai dengan Nomor Laporan LPP/441/VIII/2018/SPKT-A dan telah ditanda tangani oleh Kanit SPKT Polres Binjai Aipda Irwan Sudianto, yang nantinya akan diteruskan ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Sat Reskrim.

“Buat laporan ke polisi karena dari pihak sekolah gak bergeming saat kita konsultasi, guru yang mukul itu brondok di bawah kepala sekolah. Nama guru yang mukul itu Pak Sumantri, Saya membuat laporan ke polisi karena pihak sekolah tidak ada itikad baik kepada kita,” katanya.

“Komisi C akan memangil Dinas pendidikan, kepala sekolah dan guru yang diduga melakukan pemukulan untuk dilakukan RDP. Surat hari ini akan kita layangkan, Senin kita akan panggil. Cara mendidik serta pengajaran yang dilakukan oleh oknum guru di SDN 020252 salah.

“Kita akan meminta pemerintah dan pihak kepolisian memberikan sanksi dan tindakan tegas kepada yang bersangkutan jika terbukti bersalah. kami juga sangat kecewa dengan guru-guru seperti ini,” tuturnya.

“Kita panggil saja gurunya itu, kita lihat ini semacam maniak karena keseringan, kalau syaraf dipukul bisa geger otak dan meninggalkan bahaya ini. Jangan-jangan sudah banyak korban lainnya,” tutur anggota dewan Hj Juliati.

Dalam rapat dengar pendapat, Dr Edi Putra mengatakan guru yang melakukan pemukulan harus dilakukan pemeriksaan kejiwaannya. Ada banyak faktor yang bisa memicu prilaku kasar seorang, misal kesehatan, kebiasaan.

Usai mendengar semua laporan, Ketua Komisi C hanya bisa memberi motivasi kepada ketiga murid yang terlihat dengan wajah trauma. Ia juga minta orangtua menyemangati anak-anaknya.

“Tetap semangat ya, yang sabar ya anak-anak, besok sekolah lagi ya, gak udah takut. Bapak ibu juga anaknya disupport biar mau ke sekolah lagi,” pungkasnya. (Hadi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!