POLHUKAM

Datangi Klien , Kuasa Hukum Yara Di Bola – Bolain Di Nusakambangan

Banda Aceh – Aceh Monitor Com.Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyesalkan sikap dari pihak Ditjenpas yang mempersulit izin untuk menemui salah satu klien Narapidana (napi) yang saat ini menghuni Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Batu Nusakambangan.

Bukan itu saja,Tim Kuasa Hukum dan Aktivis YARA juga terkesan dibola-bola oleh lembaga yang bernaung dibawah Kementerian Hukum dan HAM tersebut.

Kordinator Wilayah Aceh Basri mengungkapkan dirinya bersama tim kuasa hukum dari YARA semula datang dari Aceh untuk menemui Tabrani Klien mereka, Rabu (21/03/18) di Lapas Batu atau lebih dikenal lapas high risk untuk menyerahkan surat kuasa hukum untuk ditandatangani oleh napi tabrani.

Namun sayangnya keinginan tim kuasa hukum menemui kendala karena pihak petugas pemasyarakatan yang bertugas di pos dermaga wijayapura tidak mengizinkan untuk menemui  napi tabrani.

” Petugas di dermaga tidak mengizinkannya, katanya harus minta izin sama dirjepas dulu sesuai keputusan menteri, saya tanya kepmen nomor berapa namun tidak dijawab “ jelas Basri dalam relese yang diterima Aceh Monitor Com.

Seperti yang disampaikan oleh petugas tersebut, Tim YARA melakukan koordinasi dengan Plt Dirjenpas terkait niat ingin menemui napi tabrani yang ditahan di lapas batu nusakambangan.

Ternyata direspon oleh Plt Dirjenpas dengan memberi sinyal jika semua izin mengunjungi napi yang berada di lapas high risk adalah kewenangan Kanwil Kumham Jawa Tengah.

Sesuai arahan, tim YARA lansung coba berkomunikasi dengan pihak  Kanwil Kumham Jawa Tengah,oleh orang nomor satu di kantor wilayah tersebut mengarahkan untuk menghubungi kepala lapas batu atau Dirbina Pilatpro Ditjenpas Harun Sulianto.

Sesuai arahan tim kemabali menghubungi Dirbina Pilatpro Ditjenpas,setelah mengirimkan sebuah pesan maksud dan tujuan, oleh harun sulianto kembali mengarahkannya ke Kasubit

“ Waktu kita sampaikan tujuan kita dan siapa kita,oleh petugas ditjenpas tersebut mengatakan diminta kita menemui petugas yang berada di wijayapura memperlihatkan surat kuasa hukum dan bukti kita adalah pengacara tabrani, kan lucu ini kami kan mau menyerahkan surat kuasa hukum untuk ditandatangani,kan ini namanya dipersulit dan dibola-bolain “,ungkap basri yang mengaku dirinya bersama anggota YARA lainnya hampir seharian di dermaga wijayapura.

Seperti diketahui sebelumnya YARA berhasil mengungkap adanya pemerasan yang dilakukan oleh Oknum jaksa Kejari Medan terhadap napi tabrani yang sebelumnya menghuni Lapas Medan.

Namun pekan lalu mendadak napi tabrani tanpa diketahui alasan yang pasti napi kasus narkoba tersebut dipindahkan ke lapas batu nusakambangan.

Kedatangan tim kuasa hukum ke cilacap untuk menemui napi tabrani untuk membicarakan perkembangan kasus pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa serta memyerahkan berkas surat kuasa hukum untuk ditandatangani oleh tabrani.

Namun sayangnya niat tim kuasa hukum YARA yang datang jauh-jauh dari aceh terpaksa gagal disebabkan dilarangnya serta tidak mendapat izin dari Lapas Batu dan Ditjenpas. (Pri/rel)

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!